Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kota Malang Pasang 82 Titik ATM Air

A. Nugroho • Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:39 WIB

 

AIR MINERAL: Seorang pengunjung di Kajoetangan heritage melakukan isi ulang air mineral di Jalan Basuki Rahmat kemarin (4/10)
AIR MINERAL: Seorang pengunjung di Kajoetangan heritage melakukan isi ulang air mineral di Jalan Basuki Rahmat kemarin (4/10)

MALANG KOTA – Stasiun isi ulang air mineral menyerupai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terus diperluas. Setelah terpasang di beberapa pasar tradisional se-Kota Malang, kini mulai merambah objek wisata. Tujuannya untuk melayani masyarakat maupun wisatawan yang kehabisan air mineral.

Harganya pun jauh lebih murah dibanding harga pasaran. Umumnya warga perlu membayar sekitar Rp 20 ribu untuk mendapatkan satu galon air mineral berkapasitas 19 liter. Namun dalam mesin anjungan air tersebut cukup membayar Rp 5.000.

Cara bertransaksi cukup mudah, seperti menggunakan ATM. ”Alatnya memang beroperasi 24 jam. Solusi untuk masyarakat yang kesulitan mencari air siap minum, terutama di malam hari,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Wahyu mengatakan, targetnya ada 82 titik ATM air yang terpasang hingga akhir Desember depan. Rinciannya, 26 titik di pasar tradisional, sedangkan selebihnya 56 titik di seluruh kelurahan se-Kota Malang.

Untuk area pasar sudah terdapat di Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. Selanjutnya menyasar pasar lain se-Kota Malang. Setelah tempat wisata, nantinya akan diprioritaskan pemasangannya di tempat ramai yang berpotensi dikunjungi masyarakat. Lokasinya juga diupayakan tak jauh dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sehingga semakin masyarakat yang merasakan.

Dalam pelaksanaannya, dia mengatakan, ATM air mineral menggandeng Koperasi Merah Putih (KMP). Itu menjadikan pengoperasian lebih mudah dan terjangkau karena pengelolaannya dekat dengan masyarakat. Selain itu, pemasangan ATM air juga bagian dari wujud pelaksanaan instruksi presiden terkait upaya memperluas akses air minum bersih.

Di pihak lain, Direktur Perumda Tugu Tirta Priyo Sudibyo mengatakan, kualitas air minum yang disediakan di stasiun isi ulang sudah sesuai standar. Dia mengklaim kualitasnya jauh lebih bagus dari standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2003. “Kualitas kami unggul karena diambil dari sumber air langsung,” ujarnya.

Disinggung mengenai kehalalan, pria yang akrab disapa Bogank itu berani menjamin. Sebab, dia mengatakan, Perumda Tugu Tirta menjadi satu-satunya yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Untuk itu Bogank meminta masyarakat tidak khawatir atas kehalalan produk air minum di ATM tersebut.(aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#air mineral #ATM #air minum bersih