MALANG KOTA – Pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) bakal dikebut. Pemkot Malang menargetkan proyek strategis itu selesai pertengahan Desember mendatang. Untuk mengejar target, pelaksana proyek berencana menambah jumlah tim dan jam kerja di lapangan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, hingga pekan ini progres fisik baru mencapai 14 persen atau sekitar 200 meter dari total panjang saluran 1,3 kilometer. ”Pekerjaan sudah berjalan selama 15 minggu. Karena waktu terus berjalan, pelaksana akan menambah tim agar bisa selesai sesuai target,” ujar Wahyu seusai meninjau lokasi proyek di kawasan Soehat, Senin malam (6/10).
Sebelumnya, pengerjaan hanya dilakukan oleh satu tim yang fokus di koridor selatan, tepatnya di sekitar Polinema. Kini, dua tim tambahan akan diterjunkan. Satu tim akan bekerja di koridor tengah di depan RS Universitas Brawijaya (RS UB), dan satu lagi di koridor utara di sekitar pertigaan Jalan Candi Panggung.
”Nantinya tiga tim akan bekerja bersamaan untuk mempercepat progres,” tambahnya.
Setiap hari, pelaksana menargetkan bisa memasang enam box culvert. Setelah satu sisi selesai ditutup, pekerjaan langsung bergeser ke titik berikutnya. Dengan pola itu, pemkot berharap proses bisa berjalan paralel tanpa mengganggu arus lalu lintas utama.
Namun, Wahyu menyebut ada kendala di lapangan. Salah satunya soal keterbatasan waktu kerja. Selama ini pengerjaan hanya dilakukan pada malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 06.00. ”Pihak pelaksana mengusulkan agar bisa bekerja juga di siang hari,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Wahyu memberi lampu hijau. Ia mengizinkan pelaksana menambah jam kerja pada siang hari, tetapi dengan pengaturan waktu yang ketat.
”Boleh kerja siang, tapi harus di luar jam padat. Misalnya pukul 10.00 sampai 15.00. Tetap koordinasi dengan dishub dan polresta agar lalu lintas tidak terganggu,” tegasnya.
Menurutnya, pengaturan lalu lintas diperkirakan tidak terlalu berat karena sebagian besar ruas di Soehat masih bisa digunakan. Arah dari selatan ke utara akan dimaksimalkan untuk menjaga kelancaran kendaraan.
Percepatan pengerjaan dilakukan bukan tanpa alasan. Pemkot ingin proyek rampung sebelum datangnya musim hujan dan libur panjang akhir tahun.
”Kami ingin memastikan drainase berfungsi maksimal sebelum intensitas hujan meningkat dan arus kendaraan bertambah saat Natal dan Tahun Baru,” pungkas pemilik kursi N1 itu. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho