MALANG KOTA – Musim hujan mulai menunjukkan intensitas tinggi. Untuk mengantisipasi potensi banjir sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menyiapkan langkah preventif dengan merawat seluruh perangkat early warning system (EWS) yang tersebar di berbagai wilayah rawan.
Tahun ini, BPBD mengajukan anggaran pemeliharaan senilai Rp 100 juta. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugraha menjelaskan, perawatan rutin dilakukan terhadap 23 unit EWS yang tersebar di lima kecamatan. Seluruh alat tersebut berfungsi memberikan peringatan dini kepada warga saat debit air mulai naik.
”EWS ini dipasang di lokasi dengan risiko tinggi dan membutuhkan pemantauan setiap saat. Karena itu, perawatan harus rutin dilakukan agar alat tetap berfungsi optimal,” terang Surya kemarin (7/10).
Beberapa titik rawan yang telah terpasang EWS di antaranya Gang Mirej, Kelurahan Madyopuro, serta*Gang Sate, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Kedua lokasi itu menjadi fokus utama lantaran kerap terdampak banjir saat hujan deras melanda.
Selain mengandalkan teknologi EWS, BPBD juga memperkuat jaringan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di seluruh wilayah. Hingga kini, tercatat 57 kelurahan di Kota Malang sudah memiliki tim tangguh bencana yang siap siaga membantu saat terjadi banjir, longsor, maupun pohon tumbang.
”Koordinasi dengan Keltana penting karena mereka adalah garda terdepan ketika bencana terjadi. Mereka juga membantu kami memberikan laporan cepat dari lapangan,” imbuh Surya.
BPBD pun terus memantau dan mengevaluasi titik-titik genangan di seluruh kecamatan. Beberapa wilayah yang masih menjadi perhatian antara lain Kecamatan Kedungkandang, Blimbing, Klojen, dan Lowokwaru. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko banjir di tengah meningkatnya curah hujan. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho