Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hasil Uji Lab MBG di SDN Dinoyo 2 Malang, Food Tray Kotor Diduga Jadi Sebab

Aditya Novrian • Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:03 WIB
SIDAK: Petugas Dispangtan meninjau penyajian menu MBG di SPPG Bani Umar setelah mendapat aduan terkait hidangan basi pekan lalu.
SIDAK: Petugas Dispangtan meninjau penyajian menu MBG di SPPG Bani Umar setelah mendapat aduan terkait hidangan basi pekan lalu.

MALANG KOTA – Hasil uji laboratorium terhadap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Dinoyo 2 Malang akhirnya keluar. Dari empat sampel yang diperiksa, tiga di antaranya terdeteksi mengandung mikroba atau bakteri berbahaya. Temuan itu memperkuat dugaan pihak sekolah yang sebelumnya menolak menu MBG karena beraroma tidak sedap.

Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang setelah pihak sekolah melapor menolak pada Kamis (9/10). Pengambilan sampel dilakukan hari yang sama, sementara hasil laboratorium diterima Senin (13/10) sore. Menu yang diuji berasal dari penyedia jasa SPPG Bani Umar di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru.

Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif menjelaskan, empat jenis makanan yang diuji meliputi ayam suwir, tahu goreng, tumis wortel-jagung-buncis, serta nasi putih. ”Yang dinyatakan aman hanya tahu goreng. Tiga lainnya terdeteksi mengandung mikroba,” ujarnya, kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Husnul, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab munculnya mikroba dalam makanan. Di antaranya pencucian food tray (ompreng) yang kurang bersih, penyimpanan bahan makanan tidak sesuai suhu ideal, hingga proses pemasakan yang kurang matang.

”Dari tiga kemungkinan itu, yang paling besar karena wadah tidak dicuci bersih. Ompreng sebelumnya dipakai untuk menu ikan duri dan kemungkinan mikroba masih menempel,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Untuk mencegah kasus serupa, Dinkes meminta pihak penyedia maupun sekolah memperhatikan higienitas alat makan dan penyimpanan bahan makanan. Husnul juga menegaskan, pencucian wadah sebaiknya dilakukan dengan air panas agar mikroba yang tersisa bisa mati sempurna.

”Kami akan terus melakukan inspeksi dan laporan berkala, sesuai instruksi presiden dan wali kota,” tegas mantan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang itu.

Terpisah, SPPG Bani Umar belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan tersebut. Sejak penolakan menu MBG oleh SDN Dinoyo 2 mencuat, Kepala SPPG Bani Umar Martinus Yosa Saputra memilih bungkam dan belum merespons permintaan konfirmasi wartawan hingga kemarin. (adk/adn)

Editor : A. Nugroho
#dinoyo #Mbg #SDN 2 #uji laboratorium