Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Baru 17 Unit, Jumlah Dapur MBG Belum Ideal

A. Nugroho • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 21:57 WIB
BUTUH TAMBAHAN: Petugas SPPG Morse menyiapkan menu MBG sebelum dikirim ke penerima. Jumlah dapur MBG di Kota Malang butuh tambahan hingga 68 unit.
BUTUH TAMBAHAN: Petugas SPPG Morse menyiapkan menu MBG sebelum dikirim ke penerima. Jumlah dapur MBG di Kota Malang butuh tambahan hingga 68 unit.

MALANG KOTA - ​​Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang belum sepenuhnya ditopang infrastruktur yang memadai. Hingga akhir Oktober, baru 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berdiri. Jumlah itu masih jauh dari target ideal 85 dapur yang dibutuhkan untuk menyuplai makanan bergizi bagi pelajar di seluruh wilayah kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan mengatakan, pembangunan SPPG memang kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemkot hanya berperan dalam pendataan, pemantauan, dan pengusulan lokasi pembangunan dapur baru.

”Ketika yayasan atau lembaga ingin membangun SPPG, mereka langsung mengajukan izin ke pusat. Tidak melalui pemkot. Kalau idealnya 85 dapur, kita masih kekurangan 68 (dapur MBG),” ujarnya kemarin (24/10).

 Dari 17 SPPG yang sudah berdiri, seluruhnya tersebar di lima kecamatan. Angkanya meningkat signifikan dibanding pertengahan September lalu, yang baru mencatat tujuh titik dapur MBG aktif.

Dispangtan, kata dia, telah mengusulkan tiga lokasi tambahan untuk mempercepat pembangunan dapur MBG. Namun, hanya satu yang disetujui oleh BGN, yakni di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun.

Lokasi itu kini masih menunggu proses pembangunan dengan sumber pendanaan dari APBN. ”Pertimbangan penetapan lokasi cukup ketat. Mulai dari luas lahan, jangkauan ke sekolah-­sekolah, hingga jarak pengantaran makanan. Kita berharap tahun depan bisa bertambah lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, dari total 17 dapur MBG yang sudah berdiri, 12 diantaranya telah menjalani pelatihan penjamah makanan. Pelatihan itu menjadi syarat untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

”Lima dapur lainnya kemungkinan masih dalam tahap persiapan. Begitu beroperasi, akan langsung dijadwalkan pelatihan,” terang Husnul.

 

Dinkes juga akan melakukan pemantauan rutin setiap bulan untuk menjaga kualitas pangan yang dihasilkan dapur MBG. Pemeriksaan meliputi kondisi air, peralatan, hingga sanitasi lingkungan dapur. (adk/adn)

Editor : A. Nugroho
#Makanan Bergizi Gratis (MBG) #Gizi #malang #SPPG #makanan