Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keenan Orchid Incubation Nursery (KOIN) Manfaatkan IoT untuk Maksimalkan Budi Daya Anggrek

A. Nugroho • Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:38 WIB
LEBIH EFISIEN: Keenan Orchid Incubation Nursery (KOIN) di Dusun Sempol, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari memanfaatkan teknologi untuk penyiraman anggrek.
LEBIH EFISIEN: Keenan Orchid Incubation Nursery (KOIN) di Dusun Sempol, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari memanfaatkan teknologi untuk penyiraman anggrek.

SINGOSARI - Pemanfaatan teknologi untuk budidaya tanaman semakin masif. Salah satunya yakni pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk budi daya anggrek. Sistem IoT tersebut diterapkan oleh Keenan Orchid Incubation Nursery (KOIN) di Dusun Sempol, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari.

 

Pengelola KOIN Kinantio Widhias Putro Subiyakto menjelaskan, dengan memanfaatkan IoT, kelembaban maupun penyiraman anggrek di dalam greenhouse dapat diatur secara otomatis. ”Sebagai contoh, untuk anggrek dendrobium akan disiram pada pukul 07.00 selama lima menit.  Sedangkan anggrek bulan pada pukul 4 pagi dengan durasi yang sama,” ucapnya.

 

Saat mulai penyiraman, pipa yang terletak di tengah-tengah kumpulan anggrek akan menyemprotkan air dari segala sisi dan berputar secara otomatis. Sehingga, semua tanaman dipastikan mendapatkan air dalam waktu yang sama. Cara itu lebih efektif dan efisien dibanding penyiraman secara manual.

 

Sedangkan, untuk kelembapan diatur sesuai dengan kondisi lingkungan. Jika kondisi terlalu panas, blower akan dinyalakan dan mist nozzle akan mengeluarkan kabut. Itu untuk mencegah anggrek mengalami dehidrasi. Sedangkan jika terlalu lembap, blower akan menyala untuk menjaga sirkulasi udara. 

 

”Awal tahun lalu, sistem IoT kami masih uji coba, jadi banyak anggrek yang terinfeksi jamur. Kami sampai membuang sekitar 500 tanaman karena tidak bisa diselamatkan,” kata dia.

 

Sementara itu, Pemilik KOIN Sri Widarti menyebut, di greenhouse tersebut ada sekitar 15 ribu tanaman anggrek dengan berbagai jenis. Namun didominasi dendrobium dan anggrek bulan. ”Kami melihat perkembangan pasar anggrek. Saat ini, yang paling diminati memang dua jenis anggrek tersebut,” kata dia.

 

Harganya pun beragam, sesuai dengan jenisnya. Misalnya untuk anggrek bulan yang masih seeding diberi harga Rp 10 ribu per tanaman. Yang remaja Rp 15 ribu per tanaman, dan dewasa Rp 50 ribu per tanaman. Sedangkan jika sudah berbunga, harganya sekitar Rp 75 ribu per tanaman. 


Untuk dendrobium, harga anggreknya disesuaikan dengan ID (hasil persilangan). Jika ID bagus, harganya bisa mahal. Apalagi jika tanamannya dewasa dan kondisinya rimbun. satu tanamannya bisa sampai jutaan. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#singosari #internet of thing #Teknologi #greenhouse #anggrek