Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Batik Kedungkandang Siap Jadi Ikon Baru Budaya Lokal

Aditya Novrian • Senin, 27 Oktober 2025 | 20:17 WIB
ANGGUN: Seorang model memperagakan busana Batik Kedungkandang dalam Festival Batik 2025 di pelataran GOR Ken Arok, kemarin (26/10)
ANGGUN: Seorang model memperagakan busana Batik Kedungkandang dalam Festival Batik 2025 di pelataran GOR Ken Arok, kemarin (26/10)

MALANG KOTA – Upaya mengangkat batik lokal makin menggeliat. Kali ini datang dari Kecamatan Kedungkandang yang untuk pertama kalinya menggelar Festival Batik 2025 di pelataran GOR Ken Arok, kemarin (26/10).

Festival tersebut menjadi ajang memperkenalkan karya batik khas Kedungkandang yang kini mulai tumbuh pesat. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kedungkandang, Hannie Purwandari, menyebut ada 40 pembatik aktif yang tersebar di dua kelurahan, yakni Sawojajar dan Arjowinangun.

”Keduanya punya motif khas. Sawojajar dengan motif bunga telang, sedangkan Arjowinangun punya motif sawo. Jenisnya beragam, mulai batik tulis, cap, hingga ciprat,” terang Hannie.

Menurutnya, potensi ini perlu ditonjolkan agar batik Kedungkandang makin dikenal masyarakat luas. Melalui festival itu, karya para pembatik ditampilkan dalam bentuk pameran dan peragaan busana. Hannie turut memamerkan enam set busana etnik hasil kreasinya. ”Busana ini memadukan batik Sidomukti dengan kain blacu, saya selesaikan dalam dua minggu,” ujarnya.

Selain festival, PKK Kedungkandang juga rutin membina perajin batik melalui berbagai kegiatan. Mulai dari klinik UMKM, pelatihan keterampilan, pembukaan galeri batik di kantor kecamatan, hingga kerja sama dengan hotel-hotel untuk memajang produk lokal.

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi langkah warga Kedungkandang. Ia berharap upaya penguatan perajin tidak berhenti di festival semata. ”Perlu pendampingan berkelanjutan, termasuk dalam hal pemasaran,” tegas legislator dapil Kedungkandang itu.

Wanita yang akrab disapa Mia itu juga menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti usulan agar batik lokal bisa dipamerkan di Terminal Hamid Rusdi. Sebab, di sana yang nantinya menjadi titik pemberhentian Halte Trans Jatim. Dengan begitu, batik Kedungkandang bisa lebih dikenal masyarakat dan wisatawan. (mel/adn)

 

Editor : A. Nugroho
#UMKM #festival batik #batik lokal #PKK