MALANG KOTA – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengucurkan bantuan 1.000 buku untuk masing-masing kelurahan di Kota Malang. Tahun ini ada 20 kelurahan yang mendapatkan bantuan. Selebihnya, 37 kelurahan lain akan pada tahun berikutnya.
Kemarin (27/10), penyerahan bantuan secara simbolis digelar di gedung Kartini. Yang menyerahkan adalah Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang. ”Tahun ini jatah dari perpustakaan nasional bantuannya untuk 20 kelurahan. Tahun depan direncanakan ada 25 kelurahan lagi,” ujar Kepala Dispussida Kota Malang Yayuk Hermiati kemarin.
Dengan bantuan ini, dia mengatakan, diharapkan 20 kelurahan tersebut bisa mengelola perpustakaan pribadi. Sehingga masyarakat bisa mengakses bacaan di masing-masing kantor kelurahan. ”Akhir 2027, semua kelurahan kami targetkan bisa membuka perpustakaan untuk masyarakat,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Bantuan buku tersebut untuk usia PAUD sampai sekolah dasar (SD). Di antaranya kumpulan cerita pendek, dongeng hingga pembelajaran untuk anak SD.
Selain menyalurkan bantuan, dia mengatakan, dispussida juga akan mendampingi kelurahan dalam pengelolaan perpustakaan. Pendampingan terkait tata cara operasional perpustakaan hingga cara menarik masyarakat untuk membaca.
Yayuk menjelaskan, tingkat literasi Kota Malang di Jawa Timur cukup tinggi, yakni berada di posisi kedua. Tepat di bawah Surabaya. Dengan prestasi tersebut, dispussida akan terus memacu tingkat membaca sampai menjadi peringkat pertama. ”Kalau di pusat kota itu tingkat membacanya sudah tinggi. PR (pekerjaan rumah) kami ya meningkatkan minat baca pada daerah di pinggir atau perbatasan kota,” terang Yayuk.
Dengan penambahan perpustakaan di 20 kelurahan, pihaknya optimistis tingkat literasi Kota Malang akan terus meningkat. "Program gemar membaca ini merupakan salah satu program prioritas pak wali. Tertuang dalam Ngalam Pinter, menuju Malang Mbois Berkelas," tandas Yayuk.(adk/dan)
Editor : A. Nugroho