Reog hingga Jaranan Warnai Upacara Sumpah Pemuda di Halaman Balai Kota Malang

Mahmudan • Dipublikasikan Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:54 WIB
SENI BUDAYA: Pemuda Kota Malang menampilkan kesenian reog di halaman balai kota kemarin (28/10). Atraksi sebagai simbol kepedulian pemuda terhadap masa depan bangsa.
SENI BUDAYA: Pemuda Kota Malang menampilkan kesenian reog di halaman balai kota kemarin (28/10). Atraksi sebagai simbol kepedulian pemuda terhadap masa depan bangsa.

MALANG KOTA - Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Balai Kota Malang dilaksanakan secara istimewa kemarin (28/10). Ratusan pelajar dan mahasiswa menampilkan tarian modern, menyanyi hingga menyuguhkan kesenian tradisional seperti reog dan jaranan. Suasana semakin semarak ketika bendera merah putih sepanjang 100 meter dibentangkan beberapa siswa.

Prosesi upacara berlangsung sekitar 1,5 jam. Acara yang dimulai sejak pukul 08.20 itu dibuka dengan pengibaran bendera merah putih. Dilanjutkan pembacaan Pancasila dan pembukaan UUD 1945, serta ikrar sumpah pemuda.

Amanat disampaikan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebagai pembina upacara. Upacara kemudian diakhiri dengan doa. Setelah prosesi upacara rampung, satu per satu para penampil menghibur penonton.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menerangkan, konsep peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Pihaknya bersama komunitas pemuda merancang acara dengan menonjolkan potensi di bidang olahraga, akademik, serta seni budaya.

Tujuannya untuk menunjukkan bahwa pemuda Kota Malang tidak hanya cakap secara intelektual. Tapi juga kaya akan kreativitas. ”Penampilan itu gagasan bersama. Kami berdiskusi dengan pemuda mengenai bagaimana menampilkan hal yang berbeda. Supaya semangat pemuda membara,” kata Baihaqi.

Dia menegaskan, semangat merah putih yang dikobarkan dalam peringatan Sumpah Pemuda merupakan pengingat. Agar generasi muda tidak kehilangan arah dalam berkarya dan berkontribusi bagi bangsa. "Harapan kami, pemuda Indonesia bangga dengan merah putih. Kami kuatkan itu, karena pemuda kita ini tantangannya ke depan luar biasa," tandasnya.

Ke depan, dia mengatakan, disporapar akan terus menjalankan berbagai program yang fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi pemuda. Di antaranya pelatihan digital marketing, pengembangan pemuda pelopor, serta kegiatan yang mendorong lahirnya generasi muda kreatif di berbagai sektor.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa peringatan sumpah pemuda menjadi refleksi penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang masif. Wahyu mengingatkan, kemajuan teknologi tidak membuat pemuda kehilangan arah dan nilai-nilai kebangsaan. ”Pemuda juga harus pintar memilah. Jangan sampai dengan kemajuan teknologi akhirnya terjerumus ke hal-hal negatif,” ujar Wahyu.

Menurutnya, berbagai program kepemudaan terus digulirkan Pemkot Malang untuk mewadahi kreativitas dan potensi generasi muda. Salah satunya melalui ajang Kakang Mbakyu Kota Malang yang melibatkan anak muda berprestasi di bidang pariwisata, seni, dan budaya. Kemudian Pemkot Malang terus menggeliatkan ekonomi kreatif (ekraf) melalui Malang Creative Center (MCC).(adk/dan)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
ekraf MCC Disporapar Hari Sumpah Pemuda