MALANG KOTA – Hujan sudah mengguyur hampir setiap hari di Kota Malang, tapi semua drainase belum tuntas. Dari total 25 titik drainase yang digarap, hingga kemarin (28/10) masih tersisa lima titik. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan akhir November nanti, semua pengerjaan tersebut rampung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menerangkan, pada 2025 pihaknya menganggarkan Rp 30 miliar untuk pengerjaan drainase. Fokus menggarap area Kedungkandang dan Lowokwaru.
Dandung menyampaikan, progres pengerjaan masih sesuai jadwal. Kini yang tersisa hanya pembangunan pada proyek drainase skala besar.
Di antaranya pengerjaan di Jalan Ki Ageng Gribig dan Jalan Ir Rais. "Bulan depan harus selesai. Sesuai kontrak ya pada 28 November drainase di seluruh titik pengerjaannya rampung," terang Dandung.
Hanya Kurangi 16 Persen Banjir
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Malang di lapangan, drainase di Jalan Ki Ageng Gribig masih dalam proses pengerjaan. Box culvert sudah dimasukkan ke dalam tanah. Namun untuk pengecoran masih dilakukan secara bertahap. Selama pengerjaan, otomatis ruas jalan menyempit sehingga menghambat laju kendaraan.
Dandung menerangkan dengan pembangunan pada 25 titik tahun ini, pengurangan banjir ditargetkan susut 16 persen. Termasuk pembangunan drainase oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Jalan Soekarno-Hatta.
"Tahun depan ada pengerjaan besar lagi di Jalan Bondowoso dan Letjen Sutoyo. Kami mendapatkan bantuan dari Bank Dunia dan Pemerintah Pusat," jelasnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arif Nurahkmadi meminta ada percepatan pengerjaan. Sebab, dia mengatakan, Kota Malang sudah diguyur hujan setiap hari. ”Kalau bisa sebelum target (November) bisa selesai, karena curah hujan saat ini semakin tinggi," ujar Dito.
Dia mengingatkan, pemkot tidak boleh sekadar membangun. Perawatan juga merupakan hal yang penting. Perlu kontrol rutin agar saluran drainase tidak tersumbat sampah atau lainnya.(adk/dan)
Editor : A. Nugroho