MALANG KOTA – Peminat haji khusus 2026 meningkat. Salah satu indikasinya, banyak calon jamaah yang sebelumnya mendaftar haji furoda, mengajukan mutasi ke haji khusus. Mereka khawatir tahun depan Kementerian Haji (Kemenhaj) meniadakan haji furoda, sehingga risikonya batal berangkat.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jawa Timur Muhammad Sufyan Arief mengatakan, sampai sekarang masih belum ada penetapan kuota, baik untuk haji reguler maupun non-reguler.
”Namun kami mendengar bahwa baru-baru ini Kemenhaj menggelar pertemuan dengan Komisi VIII DPR RI. Artinya sudah mendekati kepastian terkait haji kuota maupun non-kuota,” terangnya kemarin.
Dia memprediksi, awal November akan keluar ketetapan dan waktu pelunasan biaya haji. Informasi lain yang diterima Sufyan, per 1 Syawal mendatang, visa haji sudah rampung. Itu berkaitan dengan pelaksanaan haji furoda dan haji khusus.
Sufyan melanjutkan, setelah tidak terbitnya visa pada momentum haji 2025 beberapa bulan lalu, pihaknya mengimbau biro penyelenggara berhati-hati. Biro travel disarankan memberi alternatif kepada calon jamaah untuk beralih ke haji khusus saja.
”Di biro saya, pada 2025 lalu tidak menyediakan layanan haji furoda karena sudah mendengar bahwa visa tidak terbit,” katanya. Namun, dia melanjutkan, ada biro lain yang terpaksa membatalkan penyelenggaraan haji furoda.
Pimpinan Al Multazam Utama Nusantara itu menyebut, selain alternatif peralihan ke haji khusus, biro juga bisa melakukan pengembalian dana. ”Ada tempo waktu tiga sampai enam bulan bagi biro untuk mengembalikan dana,” imbuh Sufyan. Sementara untuk 2026, Sufyan lebih memilih membuka layanan haji khusus.
Ada 14-18 jamaah haji yang akan diberangkatkan. Mereka mendaftar pada 2019 dan 2020. ”Jamaah yang akan berangkat dari beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk Malang," terang dia. Mengenai biaya haji khusus, Sufyan menyebut, setoran awal di kisaran USD 4.500 atau Rp 74,7 juta.
Lalu ada pelunasan pada tahun keberangkatan. Nominalnya tergantung kurs dolar pada tahun keberangkatan.
Senada dengan Sufyan, Marketing Manager Tiga Cahaya Utama (TCU) Hady Miqdad Arrosyid mengatakan, pada 2025 pihaknya tidak membuka layanan haji furoda. Sebaliknya, pihak biro haji yang berkantor di Jalan Soekarno-Hatta itu memberangkatkan 112 jamaah untuk haji khusus.
Demikian pula untuk 2026, TCU lebih berkonsentrasi memberangkatkan jamaah melalui layanan haji khusus. ”Jumlah yang masuk dalam waiting list haji khusus tahun depan hampir mencapai 100 jamaah atau setara dua bus," ungkap Miqdad.
Berkaca pada momentum haji 2025, TCU memilih berhati-hati. Dia menyebut, gagalnya pelaksanaan haji furoda 2025 mengerek animo masyarakat untuk berangkat ke tanah suci melalui jalur haji khusus. ”Ada peningkatan 40 persen dari tahun sebelumnya. Jika dirata-rata, kami bisa menerima 15-20 calon jamaah per bulan,” tutur dia.
Dari jamaah yang sebelumnya mendaftar haji furoda juga ada yang beralih ke haji khusus. Jumlahnya delapan jamaah. Akan tetapi mereka tetap memiliki kesempatan mengikuti haji furoda jika ke depan sudah ada kepastian.
Pada layanan haji khusus, Miqdad mengatakan, biayanya masih tetap. Di TCU, pihaknya mematok harga USD 4.500 untuk setoran awal dan pelunasan keberangkatan tahun 2026 sebesar USD 18.200 atau Rp 302,4 juta (kurs per 29 Oktober 2025).
Dalam pelunasan, ada peningkatan sekitar USD 500 dari tahun sebelumnya. Hal itu karena ada elemen pembiayaan yang harganya naik seperti maktab, hotel Saudi, dan akomodasi lain sehingga pihaknya perlu melakukan penyesuaian. Kendati demikian, TCU menekankan pada layanan bintang lima.
Mulai hotel bintang lima, general check up, biaya dam tamattu', vaksin, dan biaya lainnya. Di tempat lain, konsultan Samira Travel, Lala menyampaikan, pihaknya belum membuka layanan untuk haji furoda 2026. Pihaknya berkaca pada keberangkatan haji 2025, beberapa bulan lalu.
Saat itu, Samira Travel batal memberangkatkan 60 jamaah haji furoda. Ada jamaah yang berasal dari Sidoarjo dan Malang. ”Akhirnya kami mengembalikan uang jamaah,” ucap Lala. Padahal pada 2024 lalu pihaknya berhasil memberangkatkan 45 jamaah haji furoda.
Sejak pembatalan keberangkatan, akhirnya pihaknya menyarankan calon jamaah beralih ke haji khusus. Namun untuk keberangkatannya baru dimulai pada 2030 depan, sesuai porsi masing-masing. Hal itu karena Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) milik Samira Travel baru berjalan selama tiga tahun.
”Karena kami sarankan beralih ke haji khusus, tentunya ada saja yang mendaftar. Setiap bulan 5-10 pendaftar,” beber Lala. Terkait biaya yang dibutuhkan untuk haji khusus, dia memperkirakan Rp 280 juta.
Sementara itu, Kepala Seksi Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Subhan mengatakan, banyak masyarakat yang memilih haji non-reguler karena waktu tunggu.
Sekarang waktu tunggu haji reguler di Jawa Timur mencapai 34 tahun. Namun ke depan akan ada rencana pemangkasan. Waktu tunggu tersebut terasa lama untuk pendaftar haji baru yang terus bertambah. "Jumlah pendaftarnya kan semakin banyak. Di Kota Malang saja setiap bulan bisa 150 pendaftar baru," kata Subhan.(mel/dan)
Editor : A. Nugroho