Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Faktor Penghambat Pengerjaan Drainase di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang

Mahmudan • Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:34 WIB
INFRASTRUKTUR: Beberapa box culvert untuk drainase Jalan Soekarno- Hatta belum ditanam kemarin (30/10). Drainase sepanjang 1,3 kilometer dirancang untuk mencegah banjir.
INFRASTRUKTUR: Beberapa box culvert untuk drainase Jalan Soekarno- Hatta belum ditanam kemarin (30/10). Drainase sepanjang 1,3 kilometer dirancang untuk mencegah banjir.

MALANG KOTA –Pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) harus dipercepat. Sebab progres penyelesaian belum mencapai target. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jatim menyebut ada dua faktor penghambat.

Hingga kemarin (30/10), progres penyelesaiannyaberkisar 55 persen. Ada deviasi atau kekurangan 5 persen dari target. ”Pemasanganbox culvert saat ini mencapai 700 meter. Setengah dari total panjang drainase yang akan dibangun di Soehat, yakni 1,3 kilometer,” terang Humas Dinas PU SDA Jawa Timur Bagus Akbar kemarin.

Drainase dibangun dari depan Politeknik Negeri Malang (Polinema) hingga simpang tiga Jalan Candi Panggung. ”Kami masih ada kekurangan 5 persen dari target. Kami akan adapercepatan agar selesai akhir Desember depan,” katanya.

DIKEBUT: Arus lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta padat merayap kemarin (30/10). Proyek drainase yang belum rampung turut andil dalam menyumbang kepadatan arus lalin.
DIKEBUT: Arus lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta padat merayap kemarin (30/10). Proyek drainase yang belum rampung turut andil dalam menyumbang kepadatan arus lalin.

Deviasi ini, lanjut dia, disebabkan dua faktor. Pertama, selama Oktober, curah hujan meningkat dan hampir setiap hari Kota Malang diguyur hujan. Ketika hujan, pengerjaan terpaksa dihentikan. Keselamatan pekerja yang diutamakan.

”Kemudian ada pipa PDAM. Ketika pengerjaan mengenai pipa, juga harus dihentikan sementara," terang Bagus. Ketika petugas PDAM di lokasi, perbaikan pipa bisa langsung dilaksanakan. Namun ketika tidak ada petugas, dia mengatakan, harus menunggu hingga perbaikan sampai selesai.

Untuk mengejar target, PU SDA Jatim menurunkan tiga tim. Setiap hari, ada dua shift pengerjaan. Pertama, dimulai pagi sekitar pukul 08.00 hingga sore hari. Shift kedua dimulai 20.00 hingga menjelang subuh. ”Untuk pengerjaan siang hari kami sudah izin kepada wali kota. Kami juga koordinasi dengan dinas perhubungan," papar Bagus.

Dia mengatakan, pengerjaan drainase juga berdampak pada penghasilan pelaku usaha diSoehat. Mulai banyak keluhan terkait menurunnya omzet, karena akses terbatas akibat pembangunan drainase.

Menanggapi hal itu Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, sebelum pengerjaan, pelaku usaha sudah diberikan sosialisasi akan ada pembangunan drainase. Saat itu, semuanya menyepakati demi Soehat bebas banjir. "Mereka (pelaku usaha di Soehat) sudah oke dan menerima. Kami meminta untuk bersabar sementara waktu," ujar Wahyu kemarin.

Wahyu menerangkan, pengerjaan dengan tiga tim juga merupakan arahan dari pemkot. Agar proyek tersebut selesai sesuai target yang ditentukan. Pengerjaan dilakukan siang dan malam juga sudah kesepakatan bersama antara Pemprov Jatim dan Pemkot Malang.

”Saya minta tiga tim turun langsung.Jadi,semua area bisa dikerjakan dan cepat terselesaikan. Di proyek ini kami hanya mengawasi, seluruh pengerjaan dilakukan provinsi," pungkasnya.(adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#Polinema #PDAM #pu sda #soehat