Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

10 Kendaraan dan 17 Bangunan di Kota Malang Jadi Korban Cuaca Ekstrem

Bayu Mulya Putra • Selasa, 4 November 2025 | 17:37 WIB
ATAP TERBANG: Salah satu rumah warga di Jalan Gambas Nomor 2 RT 10/RW 3 Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang terimbas angin kencang yang terjadi Minggu sore (2/11).
ATAP TERBANG: Salah satu rumah warga di Jalan Gambas Nomor 2 RT 10/RW 3 Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang terimbas angin kencang yang terjadi Minggu sore (2/11).

MALANG KOTA - Cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu lalu (2/11) menyebabkan kejadian di sejumlah wilayah di Kota Malang. Mulai dari pohon tumbang, longsor, hingga kerusakan pada kendaraan maupun fasilitas umum. Penanganan terus dilakukan pemkot hingga kemarin (3/11).

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugroho mengatakan, berbagai kejadian itu tersebar di lima kecamatan. Dia merinci, pohon tumbang terjadi di 14 titik. Seperti di Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Raya Gadang, Jalan Untung Suropati Utara, dan titik-titik lainnya.

Pohon tumbang di berbagai titik menimpa 10 kendaraan. Selanjutnya ada 17 bangunan maupun fasilitas umum milik warga setempat yang terdampak angin kencang. Bangunan maupun fasilitas umum yang rusak seperti warung. Ada pula kabel listrik, kabel provider, tiang PJU, hingga rumah warga.

BANYAK YANG TERDAMPAK: Pembersihan material pohon dilakukan petugas di Jalan Mayjen Sungkono, Kedungkandang, kemarin. Penanganan dampak bencana juga dilakukan di tempat-tempat lainnya.
BANYAK YANG TERDAMPAK: Pembersihan material pohon dilakukan petugas di Jalan Mayjen Sungkono, Kedungkandang, kemarin. Penanganan dampak bencana juga dilakukan di tempat-tempat lainnya.

Selain itu, tercatat ada tiga orang yang menjadi korban dalam pohon tumbang di Jalan Mayjen Sungkono. "Mereka sekarang dalam perawatan intensif di RSUD Kota Malang," sebut Surya. Korban lain juga terpantau di Jalan Kolonel Sugiono. Di sana terjadi pohon yang tumbang menimpa mobil Avanza.

Mobil itu berisi tiga orang dewasa dan satu anak-anak. Namun seluruhnya dalam kondisi aman. Surya menegaskan, pihaknya masih terus mendata dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu lalu. "Penanganan juga masih kami lakukan, terutama di Jalan Mayjen Sungkono di depan Mako BPBD Kota Malang," tegas dia.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan bahwa pihaknya juga masih menginventarisir kendaraan maupun bangunan warga yang terdampak pohon tumbang. "Sejauh ini belum ada yang mengajukan klaim. Masih berproses semua," terang dia.

Selain pohon tumbang di 14 titik, ada longsor yang terjadi di Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Di sana, longsor terjadi pada pukul 16.30. Tidak lama setelah warga melakukan kerja bakti untuk menangani rumpun bambu yang longsor pada Jumat lalu (31/10). "Lokasi yang longsor tidak jauh dari lokasi sebelumnya," sebut Lurah Samaan Anang Setiawan.

Kejadian bencana lain berupa angin kencang juga membuat dua rumah warga rusak. Salah satunya yakni rumah di Jalan Gambas Nomor 2 RT 10/RW 3 Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang. Rumah tersebut milik Mujiati.

Menurut salah seorang anggota keluarga Mujiati yang bernama Alexander Prasetyo, kerusakan rumah terjadi sekitar pukul 14.00. Tepatnya setelah hujan yang berlangsung menjelang pukul 14.00 sampai malam. "Kerusakannya berupa galvalum di belakang rumah yang terangkat. Lalu ada kerusakan di kamar mandi dan dapur," ungkapnya.

Saat ini, pihak keluarga masih melakukan pembersihan terhadap material rumah. Mereka juga sudah mendapat bantuan dari Kelurahan Bumiayu. Lurah Bumiayu Mutho Sobirin menyampaikan, pihaknya membantu melakukan penanganan secara insidentil.

"Kami dibantu linmas membantu memasang atap sementara. Atap sementara itu berupa terpal," kata dia. Satu lagi rumah yang terdampak di Jalan KH Hasyim V RT 7/RW 3, Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang. Rumah itu milik warga bernama Muhammad Rofiq, 60. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#Kabid #cuaca eksrem #DLH #BPBD