MALANG KOTA – Menjelang akhir tahun 2025, Pemkot Malang menyiapkan perbaikan skala kecil untuk lima fasilitas olahraga di bawah pengelolaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Saat ini prosesnya masih dalam tahap pengadaan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang.
Kelima fasilitas itu antara lain Stadion Gajayana, GOR Ken Arok, Lapangan Tenis Jalan Surabaya, Gantangan Burung Lowokdoro, dan Lapangan Cinde di Mulyorejo. Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi menyebutkan, tiap fasilitas mendapat penanganan berbeda sesuai kebutuhan.
Di Stadion Gajayana, pemeliharaan difokuskan pada tambal sulam rumput lapangan luar yang mulai rusak. Sementara di GOR Ken Arok akan dilakukan perbaikan atap bocor.
”Untuk Lapangan Tenis di Jalan Surabaya ada penambahan daya listrik. Lalu di Gantangan Burung Lowokdoro dilakukan pembersihan, dan di Lapangan Cinde, Kelurahan Mulyorejo, ada pemeliharaan rutin,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. Seluruh kegiatan itu dibiayai dari APBD 2025, dengan besaran anggaran yang disesuaikan kondisi tiap fasilitas.
Ia menjelaskan, pemeliharaan ini dilakukan agar sarana olahraga tetap layak digunakan masyarakat.
”Belum ada proyek besar tahun ini, masih fokus perawatan,” ujarnya. Namun untuk tahun depan, Disporapar mulai menyiapkan usulan rehabilitasi dua venue olahraga.
Dua lokasi yang diusulkan adalah arena sepatu roda di GOR Ken Arok dan lapangan basket di kompleks Stadion Gajayana. Anggaran rehabilitasi keduanya diperkirakan mencapai Rp 2,5 miliar.
”Masih kami ajukan untuk anggaran tahun 2026, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” tandas mantan Sekretaris Inspektorat Kota Malang itu. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho