MALANG KOTA – Pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK kemarin sempat diwarnai keterlambatan distribusi token. Akibatnya, waktu pengerjaan peserta berkurang. Sesi pertama terlambat 15 menit, sedangkan sesi kedua molor hingga 30 menit.
Di SMAN 4 Malang, sesi dua baru dimulai pukul 11.00, padahal jadwalnya 10.30. Keterlambatan terjadi karena peserta sesi pertama baru bisa submit jawaban 15 menit setelah waktu seharusnya selesai.
”Ada peserta yang tiba-tiba log out padahal belum selesai,” ujar Kepala SMAN 4 Malang Hari Wahjono. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan server pusat agar akses dibuka kembali.
Hari berharap keterlambatan token tidak terulang. Menurutnya, gangguan itu memengaruhi konsentrasi siswa. Pelaksanaan TKA di SMAN 4 memakai sistem semi-online. Jawaban peserta disimpan di tiga server lokal sebelum diunggah ke pusat satu jam kemudian.
”Langkah itu agar data siswa aman kalau token terlambat,” jelasnya. Selain token, listrik padam juga sempat mengganggu TKA di SMAN 6 Kota Malang. Pemadaman terjadi akibat kabel PLN tertimpa pohon tumbang pada Minggu (2/11).
”Kami sarankan sekolah menggunakan genset agar ujian tetap berjalan,” ujar Kasi SMA dan PKLPK Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Malang-Batu M. Asrofi. Saat sesi kedua, listrik sudah menyala dan ujian kembali normal.
Kemarin peserta mengerjakan tiga mata pelajaran wajib: Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, dengan durasi 2,5 jam. Soal Matematika disebut paling banyak menyita waktu pengerjaan. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho