Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenaikan Harga Emas Beri Pengaruh Inflasi di Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Rabu, 5 November 2025 | 19:30 WIB
BANYAK DIMINATI: Toko Emas Wahyu Redjo di Mal Olympic Garder (MOG) mengonfirmasi penurunan harga emas sejak akhir Oktober lalu. Meski begitu, permintaannya masih cukup tinggi.
BANYAK DIMINATI: Toko Emas Wahyu Redjo di Mal Olympic Garder (MOG) mengonfirmasi penurunan harga emas sejak akhir Oktober lalu. Meski begitu, permintaannya masih cukup tinggi.

MALANG KOTA - Pada bulan Oktober lalu, emas mencatatkan harga tertinggi sepanjang sejarah. Sejak awal hingga menjelang akhir bulan, harganya konsisten menanjak hingga melebihi Rp 2,5 juta per gramnya. Baru pada akhir bulan, mulai 28 Oktober, harga emas mulai turun lagi.

Kini banderolnya Rp 2,286 juta per gramnya. Perkembangan harga emas itu menjadi pengendali utama inflasi pada bulan Oktober. Penurunan sebesar 12,42 persen menjadikan emas memiliki andil inflasi sebesar 0,24 persen. Kini, total inflasi di Kota Malang secara month-to-month dibanding bulan September sebesar 0,31 persen.

”Inflasi itu berada di atas inflasi yang terjadi di Provinsi Jawa Timur sebesar 0,30 persen dan nasional sebesar 0,28 persen,” ujar Umar Sjaifudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang.

Angka inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga pada komoditas lain seperti cabai merah. Penyebab kenaikan harganya karena penurunan produksi akibat cuaca buruk.

Selain itu, harga telur ayam ras dan daging ayam ras juga ikut naik. Penyebabnya, permintaan pasar yang tinggi namun produksi menurun karena biaya pakan yang naik, terutama jagung. Itu menjadikan Kota Malang sebagai salah satu daerah dengan persentase inflasi tertinggi di Jawa Timur.

Ada juga beberapa komoditas yang menghambat lanjut inflasi. Seperti pisang, beras, tomat, hingga kol putih. Penurunan harga komoditas itu terjadi seiring dengan meningkatnya pasokan dan hasil panen.

Praktisi Emas Pegadaian Cabang Malang Indah Putri menyebut, penurunan harga emas disebabkan penguatan harga dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, sentimen investor makin rendah sejalan dengan angin segar hubungan AS-Tiongkok. ”Itu memberi ketenangan pada para investor sehingga tidak agresif lagi memburu emas sebagai safe haven,” ujarnya.

Di tempat lain, Yuliah, Penanggung Jawab Toko Emas Wahyu Redjo di Mal Olympic Garden (MOG) mengakui bahwa harga emas memang turun. Namun harga jual logam mulia itu tetap tinggi, apalagi pada merek Antam.

Sebab stoknya masih sepi di pasaran. ”Akhir Oktober lalu harganya masih Rp 3,3 juta per gram,” ujarnya. Kendati demikian permintaan pasar tetap tinggi. Itu menjadikan stok emas Antam makin langka. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#mog #bps #AS