Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Proyek Drainase Dikebut, Traffic Light di Simpang Tiga Jalan Soekarno-Hatta Bakal Diaktifkan

Bayu Mulya Putra • Jumat, 7 November 2025 | 16:04 WIB
URAI KEMACETAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kanan) didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau progres proyek drainase di Jalan Soekarno- Hatta, Rabu malam (5/11).
URAI KEMACETAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kanan) didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau progres proyek drainase di Jalan Soekarno- Hatta, Rabu malam (5/11).

MALANG KOTA - Pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) sudah berjalan hampir lima bulan. Karena pengerjaannya tak kunjung usai, banyak keluhan dari warga. Utamanya terkait kemacetan.

Beranjak dari keluhan itu, Jalan Soehat rencananya akan ditata agar pengerjaan drainase semakin cepat. Permintaan penataan Jalan Soehat selama pengerjaan drainase itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Itu setelah Emil meninjau lokasi pengerjaan drainase pada Rabu malam (6/11).

Saat meninjau Jalan Soehat, Emil mendapati laporan bahwa perkembangan pengerjaan drainase masih 30 persen. Ada tiga hambatan yang ditemui para pekerja. Yakni hambatan dalam lalu lintas, saluran milik PDAM, dan keberadaan tiang provider.

Untuk lalu lintas, Emil sempat mengecek adanya hambatan untuk arus kendaraan di depan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kendaraan hanya bisa menggunakan setengah badan jalan karena sisanya digunakan untuk pengerjaan drainase.

Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah rencananya melarang bus melintas di sana sementara waktu. Tujuannya agar tidak bersinggungan dengan alat berat. ”Pengerjaan sudah dikebut setiap hari mulai pukul 21.00 sampai 05.00. Namun, lalu lintas harus diamankan dari bus dulu,” ucap Emil.

Dia juga menyoroti masalah kebocoran pipa PDAM yang terdampak pengerjaan drainase. Namun, kebocoran itu sudah diatasi oleh PDAM Kota Malang. Yang terakhir masalah keberadaan utilitas provider. Utilitas yang tersisa perlu direlokasi.

Jika direlokasi, pemilik provider harus ikut mendampingi. ”Dari pelaksana (proyek) ada kekhawatiran pemilik provider tidak datang. Prinsipnya harus ada perwakilan. Kalau saat pemindahan hanya dua atau sebagian pemilik yang datang, ya tetap direlokasi semua,” tegas Emil.

Kendati terdapat hambatan, dia optimistis pengerjaan drainase di Jalan Soehat segera rampung. Apalagi, pelaksana proyek sudah menerjunkan tiga tim untuk menggarap drainase sepanjang 1,3 kilometer itu secara simultan.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang turut mendampingi Emil menyatakan bahwa pihaknya berencana mengaktifkan kembali traffic light di Simpang Tiga Jalan Soekarno-Hatta. Tepatnya untuk sisi barat ke timur atau dari Jalan MT Haryono (Dinoyo - Bethek).

”Lalu kami akan mengoptimalkan lajur yang masih bisa digunakan,” ucap Wahyu. Upaya lainnya, pemkot akan terus melakukan pemantauan terhadap pengerjaan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi hambatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R. Widjaja Saleh Putra menambahkan, perihal pengaktifan kembali traffic light, nanti bakal memungkinkan kendaraan dari Dinoyo lurus ke Bethek. Bisa juga ke kiri atau menuju Jalan Soehat. ”Kami uji coba mulai hari ini (kemarin),” imbuhnya.

Sementara untuk lajur yang akan dioptimalkan adalah Jalan Soehat di seberang Polinema. Menurut Jaya, di sana diusulkan untuk diberlakukan contraflow atau buka tutup jika ekor kendaraan panjang. Selain itu, selama pengerjaan, bus dilarang lewat di Jalan Soehat.

”Untuk larangan bus lewat masih akan kami bahas di forum lalu lintas pekan depan,” terang Jaya. Sebab pihaknya harus mencari jalan alternatif agar bus dari arah Kota Batu dan sekitarnya tetap bisa melintas. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#proyek #Polinema #dishub #soehat