Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Pusat Bersiap Bangun Dua Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Selasa, 11 November 2025 | 16:00 WIB
Janji Pemerintah Bangun Gerai KMP
Janji Pemerintah Bangun Gerai KMP

MALANG KOTA – Gerai milik Koperasi Merah Putih (KMP) segera hadir di masyarakat. Pemerintah pusat saat ini tengah bersiap membangun 7.923 gerai di seluruh Indonesia. Di Kota Malang, tercatat ada dua gerai yang bakal berdiri (selengkapnya baca grafis).

Seperti diketahui, keberadaan KMP sempat mendapat sorotan tajam. Sejak awal, digadang-gadang ada 80 ribu koperasi yang berdiri di seluruh Indonesia. Namun kenyataannya, masih sangat sedikit yang tampak di masyarakat.

Tidak tampaknya keberadaan KMP itu disebabkan karena dua hal. Yang pertama karena bantuan modal dari pemerintah pusat yang belum cair. Selanjutnya karena kurang masifnya pembangunan infrastruktur KMP.

Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menerangkan, mulai akhir 2025, pemerintah pusat meningkatkan pembangunan gerai dan gudang KMP.

Kota Malang masuk dalam salah satu prioritas pembangunan infrastruktur. ”Ada dua tempat. Yang pertama di (Kelurahan) Bandungrejosari (Sukun) dan (Kelurahan) Arjowinangun (Kedungkandang). Setelah dibangun, nanti akan menjadi gerai pertama yang beroperasi di Kota Malang,” ujar Eko. Saat ini, proses pembangunan masih dalam tahap persiapan.

Diperkirakan, pembangunan bakal rampung pada awal 2026. Eko menjelaskan, pembangunan infrastruktur itu seluruhnya ditanggung pemerintah pusat. Pemkot Malang hanya menyediakan kebutuhan lahannya saja.

Kebetulan dari lahan potensial yang tersedia ada di Arjowinangun dan Bandungrejosari memjadi. Sehingga, pembangunan diprioritaskan di dua wilayah tersebut. ”Pembangunannya dikoordinir TNI. Melalui Kodim 0833/Kota Malang,” terangnya.

Terkait fasilitas yang ada di gerai KMP, Eko menyebut bahwa kelengkapannya hampir sama dengan toko modern. Nanti akan dilengkapi dengan etalase yang lebih nyaman untuk pengunjung. ”Bentuknya akan seperti retail Indomaret. Fasilitasnya lengkap dan akan dibuat senyaman mungkin,” imbuh dia.

Selama ini, KMP di Kota Malang sangat sedikit yang memiliki kantor atau gerai sendiri. ”Dua ini percontohan. Nanti, 57 KMP di Kota Malang bakal memiliki gerai masing-masing,” tandas Eko. Prosesnya bakal dilakukan secara bertahap. Menyesuaikan kesiapan dan kesanggupan masing-masing pengurus KMP.  

Di tempat lain, Ketua KMP Arjowinangun Supriyadi menerangkan, saat pelatihan pengurus koperasi bulan lalu, pihaknya mendengar wacana bakal dibangun gerai di wilayahnya. Namun hingga saat ini, KMP Arjowinangun masih belum mengetahui update dari rencana tersebut.

”Kalau dari kami untuk membuat gerai sendiri tentu tidak memiliki aset. Dari pembicaraan terakhir memang menggunakan aset Pemkot Malang,” ujar Supriyadi.

Terkait operasional KMP Arjowinangun, dia menyampaikan bahwa sejauh ini baru sebatas memiliki badan hukum. Hingga November ini, Supriyadi mengatakan, KMP belum memiliki unit bisnis. Sebab, pihaknya masih menunggu bantuan modal yang dijanjikan pemerintah pusat.

”Tentu kami berharap jika memang gerai didirikan, bisa langsung dibantu dengan logistik. Karena sementara ini belum ada modal, dan operasionalnya belum maksimal,” terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua RW 5 Arjowinangun itu. Sejauh ini, salah satu koperasi yang sudah beroperasi secara aktif yakni KMP Bumiayu.

Itu cukup wajar, karena mereka sebelumnya sudah berbentuk koperasi dan memiliki 105 anggota. Kemudian berganti wajah dan badan hukum menjadi KMP. Ketua KMP Bumiayu Wusono menerangkan, meskipun tidak memiliki gerai khusus, operasional di tempatnya tidak menjadi masalah.

Sebab, KMP menyediakan kebutuhan untuk anggotanya berbasis permintaan. Mereka menyediakan kebutuhan seperti sembako dan LPG untuk anggotanya. Per pekan, mereka mendapat jatah 200 tabung LPG. Sedangkan untuk sembako, akan dibeli sesuai permintaan anggota koperasi tersebut.

”Dari 105 anggota itu, ada 10 ketua. Setelah barang tiba, langsung didistribusikan ke ketua, jadi tidak memerlukan gudang atau gerai khusus,” kata Wusono. Dibandingkan gerai, menurut dia, KMP di tempatnya lebih membutuhkan bantuan modal. Itu untuk mengembangkan unit-unit bisnis di koperasinya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Koperasi Merah Putih #Diskopindag #malang #pemerintah pusat