Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

4 Jajanan di Kota Malang Ketahuan Gunakan Boraks, Ini Daftarnya

Bayu Mulya Putra • Rabu, 12 November 2025 | 17:04 WIB
TURUN KE LAPANGAN: Petugas dari BBPOM Surabaya menguji beberapa sampel makanan dari empat tempat, kemarin.
TURUN KE LAPANGAN: Petugas dari BBPOM Surabaya menguji beberapa sampel makanan dari empat tempat, kemarin.

MALANG KOTA - Jajanan yang biasa dijual di pasar tradisional mulai diawasi. Kemarin (11/11), Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya turun ke Kota Malang. Mereka melakukan sampling uji kelayakan makanan dari empat tempat. Yakni Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Klojen, Pasar Besar, dan Sentra Kuliner Sriwijaya.

Hasilnya, masih ditemukan pedagang "nakal" yang menggunakan boraks dalam produk makanannya.

Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi menjelaskan, pihaknya menemukan boraks di dalam empat produk. Yaitu produk kerupuk bawang, cincau, cenil, dan kerupuk rambak. Pedagang yang menjualnya sudah ditegur dan diberi kesempatan memperbaiki produknya. ”Total ada 96 sampel yang kami ambil dari 110 pedagang pasar,” ujar Yudi.

Jajanan yang diambil sebagai sampel adalah yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanil yellow. Untuk mengawasi pedagang yang nakal, BBPOM juga meluncurkan program Jawa Timur Trusted Culinary (Jatim Truly).

Program itu mengawasi lebih ketat pedagang di sektor ekonomi kreatif dengan terjun langsung ke lapangan. Para pedagang yang ketahuan memakai bahan berbahaya akan diawasi sejak memproduksi hingga bisa menjual produk makanan yang aman dan bermutu.

Pihaknya bakal rutin mampir ke rumah produksi dan tempat jualan pedagang-pedagang yang sudah ditandai itu. Yudi menambahkan, kata aman untuk produk makanan artinya bebas dari bahaya kimia seperti boraks dan formalin.

Pihaknya berharap edukasi kemarin bisa mengubah perilaku mereka dan tidak lagi menggunakan bahan berbahaya. Tujuan Jatim Truly ingin memastikan UMKM di Kota Malang menggunakan bahan aman untuk makanan.

Itu bisa memunculkan kepercayaan wisatawan. ”Kalau jujur sejak awal, dampaknya bisa meningkatkan nilai jual UMKM di Kota Malang juga,” lanjut Yudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengakui bahwa beberapa pedagang perlu mendapat perhatian khusus terkait penggunaan bahan-bahan makanan.

Untuk itu, pihaknya bakal memastikan bahan yang digunakan UMKM di Kota Malang sudah food grade. ”Memang kami juga melihat ada beberapa pasar yang penjualnya menggunakan cat tambahan untuk makanan,” ujarnya.

Bahan semacam itu harus diantisipasi dengan pengawasan ketat. Pihaknya mengimbau pedagang yang menjual makanan untuk tidak menggunakan bahan berbahaya ketika dikonsumsi masyarakat. Menurut Eko, penjagaan kualitas makanan perlu pemahaman bersama, baik dari pedagang maupun pembelinya.

Pihaknya berharap semua sektor mau berkolaborasi untuk menjaga keamanan pangan. Apabila ada temuan mencurigakan, bisa melapor ke diskopindag. Dia berjanji bahwa pihaknya bakal melakukan tindak lanjut (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#UMKM #bbpom #food grade #malang