Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinas Perhubungan Jawa Timur Mulai Uji Coba Armada Bus Trans Jatim

Bayu Mulya Putra • Jumat, 14 November 2025 | 16:21 WIB
SEGERA LAUNCHING: Salah satu armada Bus Trans Jatim yang diproduksi Karoseri Tentrem mulai diuji coba, kemarin. Foto kanan, kelengkapan fasilitas di dalam bus bakal dicek Dishub Jatim.
SEGERA LAUNCHING: Salah satu armada Bus Trans Jatim yang diproduksi Karoseri Tentrem mulai diuji coba, kemarin. Foto kanan, kelengkapan fasilitas di dalam bus bakal dicek Dishub Jatim.

 

MALANG KOTA - Sarana dan prasarana Bus Trans Jatim terus dilengkapi. Pekan ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim mulai memasang patok untuk shelter dan rambu. Untuk armada, kini masih dilakukan proses uji coba oleh pihak karoseri.

Manajemen Trans Jatim dan Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro mengatakan, pemasangan patok untuk shelter maupun rambu dilakukan serentak di Malang Raya. Jika dirinci, ada 27 titik di Kota Malang, 15 titik di Kabupaten Malang, dan 25 titik di Kota Batu.

”Sejauh ini untuk jumlah titik shelter maupun rambu belum ada perubahan. Jadi kami mulai pasangi patok di puluhan titik yang sudah ditentukan,” jelas Cito, kemarin (13/11). Pemasangan patok bersifat sementara, sembari menunggu masukan dari pemerintah daerah.

SEGERA LAUNCHING: Salah satu armada Bus Trans Jatim yang diproduksi Karoseri Tentrem mulai diuji coba, kemarin. Foto kanan, kelengkapan fasilitas di dalam bus bakal dicek Dishub Jatim.
SEGERA LAUNCHING: Salah satu armada Bus Trans Jatim yang diproduksi Karoseri Tentrem mulai diuji coba, kemarin. Foto kanan, kelengkapan fasilitas di dalam bus bakal dicek Dishub Jatim.

Jika sudah pasti, pihaknya menarget pemasangan shelter maupun rambu permanen dilakukan pada pekan depan. Sebab saat ini pihaknya masih menerima masukan terkait perubahan titik. Masukan, salah satunya datang dari Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang. Mereka meminta agar rambu di sekitar Universitas Negeri Malang (UM) Kampus 2 ditiadakan.

”Tepatnya rambu yang ditaruh dari arah selatan untuk masuk ke Terminal Madyopuro. Karena lokasinya terlalu dekat dengan terminal,” sebut Cito. Selain prasarana berupa shelter dan rambu, dishub juga memastikan kesiapan armada. Dari laporan yang diterima dishub, karoseri sudah melakukan uji coba internal.

”Namun yang lolos uji coba baru tiga bus. Untuk 12 bus lain masih dipersiapkan,” tegas Cito. Demikian pula untuk SDM pendukung seperti sopir, pramu, admin, hingga tenaga pembersih. Terkait sopir, dishub sedang membuka pendaftaran bagi paguyuban angkot di Kota Malang dan Kota Batu.

Namun jumlah pendaftar dari paguyuban masih sedikit. Informasi yang diterima dia, ada enam sopir angkot dari Kota Malang dan tujuh sopir angkot dari Kota Batu yang telah mendaftar. Untuk mengatasi kekurangan SDM, pihaknya meminta operator bus menyediakan tenaga sementara.

Jika ke depan ada sopir angkot lagi yang mendaftar, bisa diganti. Itu dilakukan karena launching Bus Trans Jatim akan dilakukan 20 November mendatang.

Kemudian, khusus untuk pramu maupun prami yang nantinya bertugas melayani di dalam bus, SDM-nya sudah direkrut sejak dua bulan lalu. Mereka direkrut secara khusus oleh lembaga asessor. ”Saat ini mereka sedang di-training di Kota Surabaya,” tandas Cito. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#ppk #dishub #malang #ssi