MALANG KOTA – Setelah proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) rampung, kawasan itu tidak akan dibiarkan begitu saja. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur masih menyiapkan penataan lanjutan. Khususnya di jalur pedestrian yang terdampak pengerjaan drainase.
Humas Tim Teknis Eksternal PU SDA Provinsi Jawa Timur Bagus Akbar menyampaikan, penataan jalur pedestrian Soehat dijadwalkan pada 2026. Saat ini, pihaknya masih menyusun rencana detail pekerjaan tersebut.
”Masih tahap perencanaan dulu. Untuk pelaksanaan, kami menunggu kepastian anggaran tahun depan. Bisa triwulan dua atau triwulan tiga,” ujarnya, kemarin (13/11).
Bagus menjelaskan, penataan akan dilakukan dengan mempertahankan konsep pedestrian yang sudah ada. Selain memperbaiki jalur pejalan kaki, pihaknya juga berencana menambah pohon tabebuya di sepanjang koridor jalan. Penambahan pohon ini diharapkan membuat kawasan Soehatt semakin rindang dan menarik.
Meski begitu, fokus utama saat ini masih pada pengerjaan drainase utama. Hingga pertengahan November, progres pemasangan box culvert telah mencapai 50 persen. Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan rampung pada akhir 2025.
”Untuk mempercepat progres, kami melakukan rekayasa lalu lintas dan menurunkan tiga tim lapangan agar pengerjaan tidak mengganggu aktivitas warga,” jelas Bagus.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut mendukung langkah tersebut. Menurutnya, Soehat merupakan kawasan strategis yang perlu wajah baru. ”Drainasenya sudah dibenahi, nanti (jalur) pedestrian juga kami percantik. Kawasan ini akan tetap ramah bagi pejalan kaki,” tegasnya.
Pemkot Malang berharap, setelah proyek selesai, kawasan Soehat tak hanya bebas genangan. Tapi juga lebih nyaman dan estetik sebagai salah satu ikon kota. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho