MALANG KOTA - Pemasangan jembatan bailey segera rampung. Jembatan sementara yang dipasang di Jalan Simpang Sulfat Utara, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing itu ditargetkan bisa dilintasi mulai pekan depan. Namun, kendaraan yang melintas akan dibatasi.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat pemasangan jembatan. ”Proses perakitannya memang tidak mudah. Tapi, kami yakin prosesnya bisa lebih cepat,” kata dia saat meninjau ke lokasi, kemarin (14/11).
Nanti, penggunaan jembatan bailey akan dibatasi. Untuk motor, bisa melintas dari dua arah. Sementara mobil harus bergantian. ”Selain itu, kami beri tambahan ruang satu meter untuk pejalan kaki,” sambung Wahyu.
Dia melanjutkan, jembatan bailey rencananya bakal digunakan selama delapan bulan. Sembari memanfaatkannya, pemkot bakal mempersiapkan proses pembangunan jembatan yang permanen. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto menjelaskan, kemarin pihaknya mulai memasang bagian kaki-kaki jembatan.
Lalu hari ini (15/11) dan Minggu nanti (16/11) akan dilakukan pemasangan landasan atau lantai jembatan. Senada dengan Wahyu, dia menyebut bahwa bagian lantai jembatan juga akan diberi ruang tambahan. ”Tujuannya untuk pejalan kaki, terutama warga yang hendak beribadah di masjid,” jelas pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Ditanya terkait lalu lintas jika nanti jembatan rampung, Dandung menyebut bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Kota Malang. Termasuk dengan warga setempat untuk menentukan apakah jembatan bisa dilintasi mobil atau tidak.
”Kami juga akan menambahkan portal yang membatasi kendaraan dengan dimensi tertentu,” sebut Dandung. Dia memastikan bahwa jembatan bailey sudah dibangun menggunakan struktur yang kuat dan bisa dilintasi kendaraan roda empat. Bagian bawah jembatan juga diperkuat dengan material cor. Tonase jembatan itu memiliki kapasitas sekitar lima ton.
Untuk rencana pembangunan jembatan yang permanen, Dandung menyebut bahwa pihaknya sedang melakukan persiapan. Pihaknya sudah mengusulkan dana Rp 5,5 miliar untuk kebutuhan konstruksi dan perencanaan. Targetnya, jembatan permanen sudah bisa terbangun sebelum Lebaran.
Editor : A. Nugroho