Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pastikan Sampel Bahan Baku di 15 Dapur MBG Malang Aman Dikonsumsi, Hasil Uji Laboratorium Tak Temukan Mikroba Berbahaya

A. Nugroho • Sabtu, 15 November 2025 | 17:49 WIB
LAYAK: Petugas Dispangtan Kota Malang mengambil sampel daging ayam di SPPG Kartika Nawa, Selasa (4/11).
LAYAK: Petugas Dispangtan Kota Malang mengambil sampel daging ayam di SPPG Kartika Nawa, Selasa (4/11).

MALANG KOTA – Proses pemeriksaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya rampung. UPT Laboratorium Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh bahan baku di 15 dapur MBG aman dikonsumsi. Hasil pemeriksaan tersebut keluar dan diterima Pemkot Malang kemarin.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang drh Anton Pramujiono menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan awal November lalu. ”Sampel terdiri dari daging, ayam, dan telur, masing-masing seberat 0,5 kilogram,” ujar Anton.

Pengambilan sampel berlangsung selama dua hari. Pada Selasa (4/11), Dispangtan mengambil bahan baku dari SPPG Yayasan Anak Sekolah Indonesia Makmur, Yayasan Madani Al Rahmah Center, Yayasan Insan Permata Malang, Yayasan Bani Umar Ngepeh, Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia, Yayasan Kartika Nawa Indonesia, serta SPPG Kota Malang Kedungkadang Madyopuro.

Sedangkan pada Kamis (6/11), delapan SPPG lainnya menjadi lokasi pengambilan sampel, antara lain Yayasan Nur Bahrush Sholihin Purwodadi, Syarifuddin Islamic Center, Yayasan Pusaka Suci Nusantara, Yayasan Nur Bahrush Sholihin Bakalankrajan, Oemah Fokus Ngabdi, Harapan Anak Sekolah Sukses, Batik Tulis Celaket Malang, dan Biantara Alam Ismaya.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak ada bahaya seperti mikroba yang berbahaya. ”Cemaran mikroba masih di bawah ambang batas sesuai SNI 9159-2023,” kata pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.

Meski demikian, pihak Dispangtan tetap memberikan rekomendasi agar seluruh SPPG menjaga kualitas bahan baku. Serta lebih cermat terhadap asal produk hewan yang digunakan. ”Produk hewan mudah rusak, sehingga harus berasal dari unit usaha yang memiliki NKV (Nomor Kontrol Veteriner),” tegas Anton.

Dengan adanya pengawasan ini, Dispangtan berharap program MBG di Malang dapat terus berjalan dengan aman. Serta memberi manfaat maksimal bagi anak-anak peserta. (mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#bahan baku #Makan Bergizi Gratis (MBG) #Dinas Peternakan #malang