MALANG KOTA - Upaya menekan harga kebutuhan pokok jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai dilakukan. Kemarin (18/11), Pemkot Malang menggelar pasar murah di Lapangan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Total ada 6.000 paket sembako murah yang disiapkan untuk menstabilkan harga.
Dari pantauan wartawan koran ini, warga mulai mengantre sejak pukul 08.00 WIB. Jumlah antreannya bertambah sekitar pukul 08.40, seiring dengan dibukanya pasar murah oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Dalam paket sembako murah itu, warga bakal menerima lima kilogram beras premium, satu kilogram minyak goreng, satu kilogram bawang putih, dan satu kilogram gula pasir.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, kegiatan di Lapangan Merjosari itu merupakan gelaran pasar murah yang pertama. Hari ini (19/11) rencananya dilanjutkan di Kecamatan Blimbing. ”Nanti akan dilaksanakan di lima kecamatan. Masing-masing ada 1.200 paket. Sehingga total ada 6.000 (paket) yang disiapkan,” tutur Wahyu.
Dia menyampaikan, jika harga normal, paket sembako itu dibanderol Rp 200 ribu. Karena disubsidi Pemkot Malang, warga hanya cukup mengeluarkan Rp 100 ribu saja. Anggaran yang digelontorkan untuk program itu senilai Rp 1 miliar. ”Tidak bisa dipungkiri harga bahan pokok naik, kami berharap program ini sedikit membantu warga,” imbuh Wahyu.
Pemilik kursi N1 itu mengakui, menjaga stabilitas harga menjelang Nataru menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tren tahunannya selalu menunjukkan kenaikan. Ini disebabkan permintaan yang selalu meningkat saat libur panjang.
Selain pasar murah, Pemkot Malang juga mempertimbangkan kembali menggelar Warung Tekan Inflasi (WTI). Yaitu pembentukan pasar murah di dekat pusat-pusat perbelanjaan atau pasar tradisional.
Program itu sebelumnya pernah dilakukan tahun lalu. ”Kami juga coba kerja sama antar daerah. Nanti, bahan pokok yang murah di daerah lain akan dibeli, lalu dijual kembali dengan di bawah pasaran,” papar Wahyu.
Salah satu warga Sri Fitria mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Menurut dia, dengan semakin melonjaknya harga barang, selisih harga satu atau dua ribu saja pasti akan dikejar. ”Saya antre mulai setengah delapan. Alhamdulillah kebagian paket murah,” kata dia.
Warga Perumahan Tlogoindah itu meminta pasar murah tidak hanya digelar selama sekali. Namun bisa setiap bulan agar masyarakat terbantu dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menjelaskan, pemilihan empat komoditi itu dilakukan berdasar pada pantauan di pasar.
Empat harga bahan pokok itu cenderung naik. Dengan digelontor 6.000 paket tersebut, diharapkan mampu menstabilkan harga.
Menurut dia, program itu digelar satu bulan sebelum Nataru. Tujuannya agar segera menekan harga di pasaran. Selanjutnya, Pemkot Malang masih merancang program yang serupa. ”Nanti pada bulan Desember rencananya ada lagi. Kami kerja sama dengan Bank Indonesia,” pungkas Eko. (adk/by)
Editor : A. Nugroho