Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wait and See Tangani Pohon di Depan Taman Krida Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Rabu, 19 November 2025 | 20:31 WIB
DISOROT: Pekerja proyek drainase Soekarno-Hatta (Soehat) mengeruk tanah menggunakan alat berat, kemarin.
DISOROT: Pekerja proyek drainase Soekarno-Hatta (Soehat) mengeruk tanah menggunakan alat berat, kemarin.

MALANG KOTA - Pengerjaan drainase di Jalan Soekarno - Hatta (Soehat) kembali menuai sorotan. Kali ini, warga sekitar mengeluhkan tentang potensi pohon tumbang di depan Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ). Kekhawatiran itu muncul karena akar pohon di sana tergerus atau rusak akibat pengerjaan gorong-gorong.

Mulanya, salah satu warga merekam pengerjaan dengan menjelaskan akar pohon yang rusak. Kemudian video tersebut menjadi perbincangan di media sosial pada Senin lalu (17/11). Dalam video tersebut, warga itu mengkhawatirkan pohon bisa tumbang sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras atau angin kencang.

Unggahan itu banyak mendapat perhatian netizen lainnya. Mereka meminta ada langkah dari pemerintah atau pelaksana proyek untuk memitigasi potensi pohon tumbang. Dari pantauan wartawan koran ini di lapangan, pekerjaan gorong-gorong masih dilakukan seperti biasa.

Menggunakan alat berat, pekerja masih membereskan tiang atau kabel yang berdiri di atas rencana pemasangan jaringan drainase baru. Saat pengerjaan berlangsung, memang sering alat berat sedikit menggaruk akar pohon palem di kawasan tersebut.

Pelaksana Pekerjaan Drainase Soehat Muhammad Fauzan memastikan, pengerjaan di depan TKBJ dilakukan secara hati-hati. Untuk sementara, dia memastikan kondisi pohon palem masih aman. Tidak ditemukan pohon yang miring atau berpotensi tumbang.

”Kami pastikan pengerjaan juga memikirkan warga sekitar. Kami selalu hati-hati agar tidak ada yang dirugikan,” kata Fauzan. Ditanya terkait apakah ada rencana menebang pohon yang akarnya sudah rusak, Fauzan masih belum bisa menjawab.

Pria yang akrab disapa Brojan itu menjelaskan, penebangan pohon palem di depan TKBJ tidak masuk dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang disepakati sebelumnya. Sehingga, harus ada perjanjian baru, untuk penebangan di titik tersebut.

”Kalau memang ditebang, monggo saja kami tebang, tetapi sementara ini belum masuk RAB. Sehingga masih didiskusikan enaknya seperti apa untuk pohon di situ,” tandas Brojan.

Sementara itu, Juru Bicara Dinas PU SDA Jawa Timur Bagus Akbar masih belum menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan koran ini. Pertanyaan itu seputar bagaimana rencana Pemprov Jatim untuk memitigasi pohon palem di sana. Ditebang atau dibiarkan hingga pengerjaan drainase selesai. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Drainase #rencana anggaran biaya #malang #soehat