Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

500 Umat Hindu di Kota Malang Khusyuk Rayakan Galungan

Aditya Novrian • Kamis, 20 November 2025 | 19:08 WIB
BERDOA: Umat Hindu khusyuk mengikuti rangkaian persembahyangan Galungan di Pura Luhur Dwijawarsa, Kelurahan Buring, kemarin (19/11).
BERDOA: Umat Hindu khusyuk mengikuti rangkaian persembahyangan Galungan di Pura Luhur Dwijawarsa, Kelurahan Buring, kemarin (19/11).

MALANG KOTA – Suasana khusyuk mewarnai perayaan Hari Raya Galungan di Kota Malang kemarin (19/11). Sebanyak 500 umat Hindu memadati Pura Luhur Dwijawarsa, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang untuk mengikuti persembahyangan tiga gelombang.

Mereka juga memadati rumah masing-masing dengan Yadnya dan memasang Penjor sebagai simbol hadirnya para dewa. Ibadah dipimpin Jro Gede I Wayan Marutha, didampingi Ketua Yayasan Pura I Wayan Sunarya serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang Prof INg I Made Wartana.

Seluruh rangkaian berlangsung tertib, dengan umat datang bergiliran sejak pagi. ”Makna utama Galungan adalah kemenangan dharma melawan adharma,” ujar Romo Mangku I Gusti Ngurah Susanta, Pemangku Pura Luhur Dwija Warsa.

Ia menjelaskan, berdasarkan lontar Purana Bali Dwipa, Galungan pertama kali dirayakan pada tahun Saka 804 atau sekitar 882 Masehi. Momentum itu diyakini sebagai hari terciptanya alam semesta beserta seluruh isinya.

Di Kota Malang, sebagian besar umat memasang Penjor di depan rumah. Namun ada pula yang tidak dapat memasang karena keterbatasan tempat. Meski begitu, semua tetap menghaturkan sesaji sebagai bentuk penghormatan kepada para Dewata dan leluhur yang diyakini turun ke dunia pada hari suci tersebut.

Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk berkumpul dan saling mengunjungi.Susanta menambahkan, turunnya leluhur pada Galungan menjadi sarana umat untuk kembali meneguhkan dharma dan melakukan introspeksi diri. Rangkaian perayaan akan berlanjut sembilan hari mendatang pada Hari Raya Kuningan.

”Kuningan adalah hari suci untuk menghantarkan kembali para Dewata atau roh leluhur ke alamnya,” jelasnya. Untuk perayaan Kuningan, umat Hindu mayoritas akan melakukan persembahyangan di Pura Dali Agra Hita, Kota Batu. Ibadah akan menonjolkan simbol-simbol kuning sebagai lambang kesucian. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#hindu #Galungan #malang #phdi