MALANG KOTA - Pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta terus berjalan. Sampai kemarin (21/11), progresnya mencapai 70 persen. Panjang drainase yang sudah terpasang sekitar 900 meter, dari total target 1.300 meter.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, di depan Politeknik Negeri Malang (Polinema), saluran drainase kini sudah tertutup. Sehingga tampak seperti trotoar biasa. Pengerjaan kini difokuskan dia area depan Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ).
Humas Tim Teknis Eksternal DPU SDA Jatim Bagus Akbar menjelaskan, pengerjaan ini masih sesuai jadwal. Dengan progres 70 persen, diperkirakan proyek bakal rampung sebelum 25 Desember nanti.
Bagus menerangkan, kesesuaian progres itu tak terlepas dari skema contraflow yang diterapkan pada jam jam tertentu. Dengan rekayasa itu, perpindahan alat berat menjadi semakin mudah. ”Saat ini di depan Polinema sudah dipasang kanstin (penutup). Semen tara segmen lainnya masih ada yang pemasangan drainase,” ujarnya.
Skema contraflow saat ini masih terbatas. Bagus men jelaskan, skema itu hanya diberlakukan hari Senin hingga Kamis. Waktunya pukul 21.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Pada malam hari, sisi timur Jalan Soehat difokuskan untuk pengerjaan drainase.
Sedangkan sisi barat di gunakan untuk lajur dua arah. Karena kebijakan itu berdampak positif, pihaknya mengusulkan skema contra flow bisa diterapkan pada hari Minggu. ”Jadi ada kemungkinan Minggu sampai Kamis. Masih didiskusikan dengan dinas perhubungan dan kepolisian,” ungkap Bagus.
Untuk mempercepat proses pengerjaan, tim PU SDA dibagi dalam tiga segmen. Segmen pertama di depan Polinema, kemudian depan Ruko Soehat dan ketiga di depan RS Universitas Brawijaya. ”Khusus di RS UB, kami kerjakan pipa PDAM dulu. Saat ini sudah beres pipanya, kemudian tinggal drainase dipasang,” terang Bagus.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nur Akhmadi menekankan, meski itu proyek provinsi, Pemkot Malang diharapkan bisa mendorong percepatan. Sebab, dampak dari proyek itu sangat dirasakan pelaku usaha di kawasan Soehat.
Semakin lama pengerjaan, kerugian yang dialami pelaku usaha terus bertambah. Diharapkan, pemerintah bisa memperhatikan itu dan bisa mempercepat proyek tersebut. ”Dampak macet juga dirasakan masyarakat. Saya berharap sebelum akhir tahun benar-benar rampung,” tutur Dito. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian