MALANG KOTA - Bulan Desember menjadi musim panen bagi pelaku usaha pariwisata. Menyambut momen itu, destinasi wisata dan pusat perbelanjaan mulai menyiapkan program khusus untuk menarik pengunjung. Sayangnya, tidak ada event khusus seperti pesta rakyat yang digelar Pemkot Malang. Keterbatasan anggaran jadi penyebab utamanya.
Untuk diketahui, pada pergantian tahun 2024 ke 2025 lalu, Pemkot Malang menggelar pesta rakyat secara meriah. Menghadirkan penyanyi Denny Caknan. Kemudian juga menampilkan Anang Hermansyah. Pesta itu ditutup dengan pertunjukan kembang api.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Baihaqi menyampaikan, pada pergantian tahun 2026 tidak ada agenda khusus seperti sebelumnya. Itu imbas dari efisiensi belanja yang dilakukan pada awal tahun.
”Tidak ada pesta rakyat tahun ini. Mungkin yang digelar Pemkot Malang seperti pertunjukan musik rutin di Kajoetangan,” ujar Baihaqi. Meski tak ada event pada akhir tahun, disporapar bakal membentuk tim khusus pemantau wisatawan. Tim itu bertugas memonitor situasi di berbagai destinasi wisata untuk memastikan kenyamanan pengunjung.
Selain itu juga bertujuan untuk merekap angka kunjungan wisatawan. Seperti diberitakan, target kunjungan wisatawan tahun ini masih kurang 800 ribu orang. Dari total target 3,3 juta wisatawan, baru terealisasi 2,5 juta sampai November.
”Kami juga akan melakukan koordinasi dengan Dishub (dinas perhubungan). Bersama forum lalu lintas perlu dibahas antisipasi kepadatan menjelang dan saat Nataru (Natal dan Tahun Baru), termasuk penambahan personel jaga,” jelasnya (selengkapnya baca grafis).
Sementara itu salah satu pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos) telah menyiapkan event khusus pada libur panjang Nataru 2026. Marcomm Matos Sasmita Rahayu menerangkan, rangkaian perayaan bakal dimulai pada awal bulan Desember.
Dengan kegiatan school goes to Matos. Program itu merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Natal. ”Jadi nanti sekolah Kristen akan melakukan kunjungan ke Matos. Ada berbagai aktivitas menarik di dalamnya,” terang Sas.
Puncaknya, lanjut dia, Matos bakal menggelar Christmas Market atau Pasar Natal. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Matos bakal menghadirkan suasana Natal yang penuh kehangatan. Mereka sudah menyiapkan dekorasi khusus, hiburan seru, hingga promo belanja.
Selanjutnya pada pergantian tahun, Sas menyebut bahwa pihaknya akan menggelar event khusus bertema Korean Pop (K-Pop). Matos tidak menggelar pesta perayaan kembang api. ”Event kami tidak sampai jam 12 malam. Saat pergantian tahun hanya digelar festival K-Pop,” imbuh dia.
Hawaii Group juga telah menyiapkan event khusus menyambut libur bulan Desember. Manajer Malang Night Paradise Andi Prasetya menjelaskan, tema yang dipilih tahun ini adalah festival topeng. Dengan judul ”Night of A Thousand Mask” atau malam seribu topeng.
”Event yang kami gelar bulan Desember sudah mulai diinformasikan di media sosial. Masyarakat bisa memantau di sana,” ujar Andi. Dengan tema tersebut, setiap pengunjung Malang Night Paradise bakal mendapatkan satu topeng secara gratis.
Sehingga seluruh destinasi wisata itu bakal dipenuhi manusia bertopeng. Selain itu, setiap sudut Malang Night Paradise bakal disulap elegan dan misterius. ”Event ini hanya digelar sekali dalam setahun. Tidak bisa ditemui pada bulan yang lain,” tambah Andi.
Sedangkan Hawaii Waterpark bakal menggelar event khusus dengan tema Battle Pirates versus Zombie. Setiap hari bakal disebar 200 harta karun yang bisa ditukarkan dengan hadiah yang sudah disiapkan. Seperti hadiah elektronik, golden ticket, voucher diskon makanan, dan lain-lain. ”Event khusus di Hawaii Grup dimulai tanggal 12 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026,” papar Andi.
Sementara itu, sejumlah kampung tematik juga mulai membahas rangkaian perayaan libur panjang Nataru. Seperti Kajoetangan Heritage, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Kampung Budaya Polowijen. Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang Isa Wahyudi menjelaskan, kalender event bulan Desember pada kampung tematik masih disusun.
Dia memastikan, kampung tematik yang aktif bakal mengagendakan event khusus menyambut tahun baru. ”Kami bersama pengurus kampung tematik masih membahas eventnya seperti apa. Setelah itu akan diumumkan ke publik,” kata Ki Demang, sapaan akrabnya. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian