Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Kebut 3 Proyek Jelang Akhir Tahun Semua Ditarget Rampung sebelum 15 Desember 2025

Aditya Novrian • Rabu, 26 November 2025 | 19:35 WIB
Tiga Proyek Besar yang Masih Berjalan Semua Ditarget Rampung sebelum 15 Desember 2025.
Tiga Proyek Besar yang Masih Berjalan Semua Ditarget Rampung sebelum 15 Desember 2025.

MALANG KOTA - Hingga akhir November, Pemkot Malang masih menyisakan tiga proyek besar. Salah satunya yakni pembangunan titik parkir di koridor Kajoetangan (selengkapnya baca grafis). Masih adanya proyek yang berlangsung itu turut memengaruhi serapan belanja Pemkot Malang.

 

Tercatat, hingga pertengahan November, realisasi belanja belum menyentuh 70 persen. Tepatnya di angka 65 persen. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Subkhan menjelaskan, meskipun kekurangan realisasi 35 persen, pihaknya optimistis serapan belanja bakal maksimal. Sebab, beberapa program dan proyek masih berjalan.

 

”Mayoritasnya program berakhir tanggal 15 Desember. Serapan belanja umumnya mulai naik setelah tanggal itu,” kata dia. Subkhan mencontohkan, proyek drainase di seluruh titik yang direncanakan kini masih berlangsung. Sampai saat ini belum ditemukan keterlambatan pengerjaan.

 

Namun, lanjut Subkhan, tidak menutup kemungkinan ada ketidaksesuaian dengan kontrak. Itu karena ada kendala cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. ”Kalau anggaran tidak ada masalah. Semua telah berjalan, mungkin sekarang sering hujan jadi pengerjaan tersendat,” imbuh dia.

 

Disinggung terkait besaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) 2025, dia menyebut bahwa targetnya tidak jauh berbeda dibanding 2024. Pada tahun lalu, Silpa tercatat di angka Rp 194 miliar. Proyeksi pada tahun ini di angka Rp 192 miliar.

 

Di tempat lain Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menerangkan, pengerjaan parkir di koridor Kajoetangan saat ini sudah mencapai 55 persen. Sesuai kontrak, seharusnya proyek tersebut rampung pada 15 Desember mendatang.

 

Jaya optimistis pembangunan parkir tetap sesuai jadwal. Sebab, pihaknya terus mendorong kontraktor untuk melakukan percepatan. ”Jika memang ada keterlambatan, akan dievaluasi 10 hari sebelum berakhirnya kontrak,” jelas dia.

 

Anggaran pengerjaan parkir vertikal itu senilai Rp 9 miliar. Angka tersebut menyusut dari awalnya dianggarkan sekitar Rp 19 miliar. Penyusutan itu membuat spesifikasi proyek berubah. Dari semula didesain empat lantai, kini menjadi dua lantai.

 

Dengan dua lantai, tempat parkir tersebut diperkirakan mampu menampung 45 sampai 50 mobil. Sementara itu, kantong parkir roda dua akan dimaksimalkan di Jalan Majapahit. ”Dengan berdirinya parkir vertikal ini, kami arahkan kendaraan yang parkir di kiri jalan bisa masuk ke kantong parkir yang baru. Sehingga Kajoetangan lebih bersih dan indah,” imbuh Jaya.

 

Di tempat lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto mengakui masih ada beberapa proyek yang saat ini masih berjalan. ”Untuk proyek yang berkaitan dengan jalan seperti pengerjaan pelebaran Jalan KH Malik Dalam. Pekan ini dijadwalkan selesai,” kata dia, kemarin (25/11).

 

Selain Jalan KH Malik Dalam, ada beberapa pengerjaan jalan lainnya. Seperti kelanjutan pengerjaan Jalan Ki Ageng Gribig. Sebelumnya, pemkot melakukan peningkatan kapasitas jalan di sana pada 2023. Jalan yang digarap dua tahun lalu sepanjang 1,8 kilometer.

 

Meliputi pengerjaan pelebaran, pengaspalan, dan perbaikan saluran drainase. Kemudian tahun 2025 dilanjutkan pengerjaan untuk bagian jalan sepanjang 1,2 kilometer.

 

Pengerjaan jalan lain berupa pembangunan jalan baru. Lokasinya berada di dekat Pura Luhur Dwijawarsa, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang. Ada pula pengerjaan drainase.

 

Dari 30 pengerjaan drainase, yang tersisa sekarang tinggal dua titik. Lokasinya ada di Jalan IR Rais dan Jalan Mayjen Sungkono. ”Di dua lokasi itu terdapat pengerjaan drainase baru. Satu drainase memiliki panjang sekitar 150 meter,” terang Dandung.

 

Dandung melanjutkan, pengerjaan drainase di dua lokasi itu sekarang mencapai 96 persen. Jika dilihat dari kontrak, kedua pengerjaan proyek itu juga dijadwalkan selesai pekan ini.

 

Namun ada pula proyek fisik yang baru selesai pada Desember. Sebab anggarannya berasal dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Salah satunya yakni pembangunan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. Untuk pengerjaan pembangunan Kejari Kota Malang, pemkot mengalokasikan anggaran Rp 4 miliar.

 

Anggaran itu untuk membangun gedung setinggi tiga lantai. Namun yang terbangun baru dua lantai dulu. Kemudian ada rehabilitasi 16 pos polisi dan beberapa bagian Polresta Malang Kota yang mengalami kerusakan akibat demo pada Oktober lalu.

Editor : Aditya Novrian
#Kebut 3 proyek #Target selesai akhir tahun