Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

65 Mitra Radar Malang Award 2025 Buktikan Ungkapan Bung Karno

Bayu Mulya Putra • Kamis, 27 November 2025 | 15:58 WIB
INOVATIF: Wali Kota Batu Nurochman (tengah) foto bersama sejumlah penerima apresiasi dari kategori figures di Hotel Grand Mercure, tadi malam (26/11).
INOVATIF: Wali Kota Batu Nurochman (tengah) foto bersama sejumlah penerima apresiasi dari kategori figures di Hotel Grand Mercure, tadi malam (26/11).

MALANG KOTA - Malam puncak Radar Malang Award (RMA) 2025 berlangsung semarak di Hotel Grand Mercure, tadi malam (26/11). Total ada 65 mitra yang ambil bagian. Mereka umumnya datang bersama anggota keluarga dan kolega.

Sebelum apresiasi disampaikan, para mitra mendapat suguhan penampilan dari salah satu kelompok musik keroncong. Yakni Anashyr Keroncong Group (ANK). Grup musik yang didirikan Raden Kusbini itu membawakan tembang-tembang populer seperti Alamak yang dinyanyikan Rizky Febrian bersama Adrian Khalif.

Dalam sambutannya, Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya menyebut bahwa dampak pandemi masih terasa sampai sekarang. Itu terlihat dari efisiensi keuangan negara. Padahal, belanja negara menjadi instrumen penting untuk menggerakkan perekonomian negeri.

Namun, Tauhid melihat para mitra dari Jawa Pos Radar Malang adalah petarung sejati. Sama seperti ungkapan yang sempat disampaikan Presiden Soekarno. ”Digembleng, hampir hancur lebur, bangun kembali. Digembleng, hampir hancur lebur, bangun kembali,!” terang dia menirukan seruan Bung Karno.

Semangat para mitra untuk terus bergerak dan menghadirkan inovasi itu juga serupa dengan semangat yang diwariskan Raja Singosari, yakni Sri Maharaja Kertanegara.

Kertanegara dikenal memiliki pemikiran global lewat konsep Dwipantara yang selanjutnya diteruskan Hayam Wuruk dan Patih Gajahmada pada era Majapahit dengan konsep Nusantara.

”Karena itu, kami Jawa Pos Radar Malang sebagai hyperlocal newspaper merasa perlu memberikan penghargaan kepada bapak maupun ibu atas dedikasinya di bidang masing-masing,” imbuh Tauhid. Dia mengapresiasi sepak terjang para mitra yang tetap berdiri tegak untuk memberi manfaat meski berada di tengah kondisi yang tidak ringan.

Secara rinci, penghargaan diberikan kepada total 65 mitra. Terdiri dari 39 figur inspiratif. Selanjutnya ada 26 company berkelas. Ditambah tiga penghargaan khusus untuk institusi dan pribadi berpengaruh. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang. Seperti akademisi, dokter, perusahaan, pengusaha, dan banyak lainnya.

Direktur Jawa Pos Radar Nur Wahid yang hadir juga menyampaikan beberapa pesan. Menurut dia, saat ini media mainstream seperti koran dan televisi menghadapi persaingan yang luar biasa.

Yakni media sosial. ”Di media sosial, yang menjadi jurnalis bisa siapa saja. Semua bisa membuat konten. Celakanya kita belum punya aturan yang jelas mengenai konten seperti apa yang boleh di-share,” tuturnya.

Kendati demikian, Nur Wahid tetap berharap agar Jawa Pos Radar Malang konsisten menggaungkan jurnalisme yang benar dan berkualitas. Selain koran, juga disajikan lewat platform resmi lainnya. Seperti website dan media sosial Jawa Pos Radar Malang. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#Hotel Grand Mercure #Mitra #RMA #malang