MALANG KOTA - Kota Malang menunjukkan kontribusinya dalam mendukung program pengendalian iklim nasional. Itu dibuktikan dengan lima RW yang maju ke tingkat nasional dan mendapat nominasi utama dalam Program Kampung Iklim (Proklim). Salah satunya yakni RW 2 Kelurahan Arjosari mendapat penghargaan proklim kategori utama.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Reymond Hatigoran Matondang mengatakan, RW 2 Kelurahan Arjosari menjadi satu dari 50 RW lokasi se-Indonesia yang mendapat penghargaan kategori utama.
”Untuk empat RW lain yang meliputi RW 3 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 2 Kelurahan Arjowinangun, dan RW 9 Kelurahan Arjowinangun masih menunggu pengumuman,” kata dia.
Untuk diketahui, proklim merupakan program tahunan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selain lima RW yang dikirim untuk mendapat nominasi kategori utama, total ada 33 lokasi proklim di Kota Malang. Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat.
”Harapan kami setiap kelurahan bisa memiliki satu lokasi proklim,” tegas Raymond. Jika kondisi lingkungan terkendali melalui proklim, itu bisa membantu mengatasi permasalahan lingkungan hidup hingga ke tingkat RW. Dalam membina RW yang sudah memiliki proklim, DLH Kota Malang rutin melakukan pendampingan.
Bentuknya berupa pembahasan terkait isu-isu strategis, menyediakan ruang praktik untuk pelaksanaan proklim, hingga pemantauan keberlanjutan aksi iklim yang dilakukan. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga punya harapan yang serupa dengan DLH. ”Di setiap RW maupun kelurahan harapannya minimal terdapat satu kampung proklim,” tegasnya.
Tidak hanya menjadi kampung proklim, warga setempat juga melakukan banyak aktivitas terkait lingkungan hidup untuk mendukung proklim. Contohnya dengan menanam pohon, mengelola kampung secara mandiri, hingga mengelola sampah.
”Dari hasil mengelola lingkungan, manfaatnya juga akan dirasakan warga sendiri. Salah satunya warga bisa mendapat pendapatan dari pengelolaan sampah,” imbuhnya. Manfaat lain jika warga rutin menanam tumbuhan, hasilnya tidak hanya untuk mengurangi polusi. Namun juga bisa memanen hasil dari tanaman.
Oleh karena itu, pemkot rutin mendorong seluruh RW berpartisipasi dalam proklim. Pada tahun 2025 ini, jumlah yang mengikuti proklim ada 68 lokasi. Namun sebanyak lima RW mendapatkan nominasi kategori utama. Mereka yang lolos nominasi mendapat uang pembinaan. Nilainya Rp 15 juta untuk masing-masing RW. (mel/by)
Editor : A. Nugroho