MALANG KOTA - Satu proyek fisik dipastikan rampung. Proyek itu adalah pelebaran Jembatan KH Malik, di Kecamatan Kedungkandang. Sesuai kontrak, proyek itu harus selesai kemarin (28/11). Selanjutnya tinggal dilakukan pemeliharaan oleh kontraktor selama enam bulan.
Dari pantauan wartawan koran ini, tidak ada lagi pengerjaan pelebaran jalan, kemarin. Proses pengaspalan sudah dituntaskan. Namun di lapangan, tampak masih ada pengerjaan minor yang belum terlaksana.
Pagar pembatas jembatan belum dikerjakan secara sempurna. Kemudian, trotoar untuk pejalan kaki juga belum dipasangi keramik. Tampak timbunan material masih ada di lokasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menerangkan, pengerjaan tuntas sesuai jadwal. Pada hari terakhir kontrak, tinggal dilakukan finishing.
Yakni pengaspalan pada ruas jembatan yang baru. Dandung menjelaskan, jembatan baru itu memiliki lebar 19 meter. Dari yang sebelumnya hanya 9 meter. Ada penambahan lebar masing-masing 5 meter di sisi kiri dan kanan.
”Anggaran untuk pengerjaan di sana senilai Rp 3,7 miliar yang digarap oleh CV Sapta Guna,” jelas Dandung. Pengerjaan dilakukan dengan durasi waktu 147 hari. Dimulai sejak bulan Juli. Dia menjelaskan, dalam proses pelebaran, pemasangan tiang pancang menjadi proses yang paling lama.
Setelah pemasangan tiang, selanjutnya adalah pemasangan besi, pengecoran dan terakhir pengaspalan jalan. ”Kami memasang 32 tiang pancang untuk pelebaran jembatan KH Malik,” papar dia. Setelah pengerjaan rampung, pihaknya kini menunggu Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pekerjaan. Berikutnya tinggal menunggu masa pemeliharaan selama enam bulan. ”Selain pelebaran ini, untuk pengaspalan jalan atau drainase, kami pastikan selesai semuanya pada November ini,” imbuh dia.
Tim teknis CV Sapta Guna Hadi Pandoyo menuturkan, sesuai kontrak, pekerjaan dimulai 4 Juli sampai 28 November 2025. Namun dalam prosesnya, kontraktor tidak langsung mengerjakan secara langsung. Sebab harus dilakukan proses pemindahan kabel milik PLN terlebih dahulu.
”Beberapa kali ada pertemuan dengan PLN untuk koordinasi. Baru akhir September 2025 kita mengerjakan pelebaran jalan jembatannya,” ujar Hadi. Sembari menunggu pemindahan kabel, kontraktor melakukan pengerjaan pabrikasi atau perakitan struktur jembatan. Hadi menekankan, pekerjaan bersifat mayor telah diselesaikan. Kemarin, tinggal melakukan finishing berupa pengaspalan pada lebar jembatan yang baru. (adk/by)
Editor : A. Nugroho