MALANG KOTA - Relokasi pedagang buah dan ikan di Pasar Induk Gadang (PIG) mundur dari jadwal yang sudah ditentukan. Awalnya, pedagang disebut-sebut bisa menempati tempat relokasi pada akhir tahun ini. Terbaru, Pemkot Malang memperkirakan relokasi bakal rampung pada Lebaran 2026, atau sekitar bulan Maret tahun depan.
Di lapangan, tampak pengerjaan konstruksi masih berjalan. Memasuki bulan Desember, dilakukan pemasangan tiang-tiang pancang. Selain itu, pengerjaan tembok juga dilakukan di beberapa bagian.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menjelaskan, pemasangan tiang pancang itu dilakukan untuk bedak pedagang buah. Tak seperti pedagang ikan, bangunan untuk pedagang buah lebih kompleks.
Sebab, mereka harus menyimpan barang dagangan setiap hari di pasar. Sehingga, harus dipastikan aman. Sedangkan untuk pedagang ikan, mayoritas barang dagangan mereka habis dalam satu hari. Dengan bedak semi-permanen pun, pedagang ikan sudah bisa berjualan.
”Pengerjaan saat ini sudah berjalan 15 persen. Pemasangan tiang pancang di bagian belakang juga dilakukan pemasangan fondasi,” jelas Eko. Sebagai informasi, sesuai kesepakatan antara pedagang, nanti lapak buah posisinya berada di depan. Sedangkan lapak ikan, berada di belakang posisi pedagang buah.
Dengan tempat relokasi berukuran 5.000 meter persegi, layout PIG di sisi timur tidak lagi melebar ke samping. Diubah memanjang ke belakang. Dengan dilengkapi titik parkir khusus untuk pembeli.
Meski terjadi perubahan layout, Eko memastikan seluruh pedagang menerima keputusan itu. Bahkan relokasi itu merupakan swadaya seluruh pedagang PIG. ”Alhamdulillah pedagang memahami perlunya penataan ulang. Apalagi nanti jalan akan diperbaiki, sehingga mereka harus mundur,” tutur dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menambahkan, pengerjaan perbaikan jalan di depan PIG harus menunggu seluruh pedagang direlokasi. Sebab menurut rencana, tidak hanya kualitasnya saja yang diperbaiki.
Pemerintah juga berencana melebarkan jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Lebar jalan baru diperkirakan 30 meter. ”Agar tidak cepat rusak, jalan akan dicor. Maka dari itu anggarannya cukup tinggi, senilai Rp 14 miliar,” papar Dandung. (adk/by)
Editor : A. Nugroho