MALANG KOTA - Sebanyak 40 model menggelar fashion street sembari menggalang dana untuk korban erupsi Gunung Semeru. Mereka berhasil mengumpulkan Rp 4 juta dan alat penunjang pendidikan seperti speaker dan mic dalam waktu satu jam. Seluruh hasil aktivitas amal itu langsung disalurkan kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru.
Pentas amal berjudul Love 4 Semeru itu diselenggarakan di halaman diler Honda MPM Basra Malang, Kayutangan Heritage. Model yang berpartisipasi mulai umur 7-18 tahun. Selain fashion street, mereka juga menampilkan talent show, tari tradisional, hingga games untuk menarik minat pengunjung berdonasi.
”Para model cilik itu juga turut menyumbang dana hingga terkumpul Rp 1 juta,” ujar Ketua Yayasan Pejuang Mimpi Indonesia Sri Rahayu. Mulai baju dan penata rias semua ditanggung model sendiri-sendiri. Bahkan ada juga musisi dan kawan budaya yang ikut menampilkan pertunjukan seni.
Terdapat tiga tema fashion street yang ditampilkan dalam acara amal itu. Pertama bertema back to school. Lalu batik casual dan tema terakhir rock and roll.
Aksi galang dana itu juga didukung komunitas sahabat langkah kecil, kakang mbakyu cilik, hingga duta budaya. Hasilnya sebagian uang yang terkumpul dipakai membeli alat penunjang pendidikan. Ada juga sumbangan buku bacaan dari Komunitas Saungkanak.
Saat penyaluran, banyak anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru antusias menyambut bantuan datang. Mereka ramai bermain games seperti gasing dan egrang dari batok kelapa bersama dan membaca buku di tenda pengungsian. ”Kami juga menyalurkan bantuan makanan dan snack, lalu uang tunai sisanya juga diberikan ke sana,” papar Sri.
Kegiatan amal semacam itu memang kerap diselenggarakan komunitas pejuang mimpi dengan menggandeng anak-anak. Itu melatih mereka untuk meningkatkan rasa empati sejak dini. Sekaligus melatih bakat mereka untuk tampil di ruang publik. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho