MALANG KOTA – Setelah beberapa pohon ditebang akibat pembangunan drainase Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), pemkot bakal melakukan reboisasi. Rencananya terdapat 1.294 pohon yang ditanam untuk penghijauan di kawasan tersebut. Penanaman dilakukan setelah pembangunan drainase rampung.
Seperti diberitakan, selama pengerjaan drainase, ruas Jalan Soehat sisi timur mengalami perubahan. Selain lebih becek karena hujan, juga terasa gersang. Itu karena pemotongan beberapa pohon untuk pengerjaan saluran drainase.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Matondang mengatakan, pihaknya akan segera memulihkan kawasan timur setelah drainase tuntas.
Ada tiga lembaga yang sudah menyiapkan pohon baru sebagai pengganti yang ditebang. Pemprov Jatim dan pemkot Malang, masing-masing menyiapkan 147 pohon. Kemudian Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyanggupi bakal menanam 1.000 pohon pengganti.
Untuk jenis pohon pengganti, Raymond memaparkan, saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari provinsi. Sebab harus mempertimbangkan hasil dari pengerjaan saluran drainase yang baru.
Seperti di depan polinema, dia menjelaskan, tidak bisa ditanami pohon besar. Sebab jarak antara pagar dan drainase hanya 30–40 centimeter. Sehingga yang memungkinkan dengan pemasangan pot tanaman berukuran besar.
”Jenis pohon yang akan ditanam seperti apa, kami menunggu teknisnya dari provinsi. Kalau memang tabebuya pun tidak masalah. Kami bisa menyiapkan sesuai kebutuhan di Soehat,” kata dia.
Penanaman pohon di Soehat, lanjut Raymond, merupakan kewajiban dan diatur regulasi. Yakni Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota. "Aturan itu mewajibkan setiap pihak yang mengajukan penebangan pohon, wajib mengganti dengan pohon baru," papar dia.
Dalam aturan tersebut, penggantian ditentukan berdasar diameter pohon. Apabila diameter 10–30 centimeter, wajib mengganti sekitar 50 titik pohon. Selanjutnya diameter 30–50 centimeter, wajib mengganti 75 pohon. Diameter lebih dari 50 centimeter, bisa mencapai 100 atau lebih.
Di lain pihak, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum mendukung rencana penghijauan di Soehat. Menurutnya, suasana rindang di titik itu harus dikembalikan seperti semula.
Selain itu, Ulum melanjutkan, pohon ini juga berfungsi menyerap air hujan untuk mengurangi genangan air. "Penghijauan kembali merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan pemerintah. Sesuai kesepakatan ya akan ditanam pohon lagi," tandas Ulum. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho