MALANG KOTA - Kinerja Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan jajarannya kembali mendapat apresiasi. Kali ini datang dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dinilai berhasil dalam dua hal, yakni serapan tenaga kerja dan penanganan gini ratio.
Penghargaan dari Kemendagri tersebut untuk menilai kinerja pemerintah daerah selama setahun. Penilaian dilakukan secara kredibel dengan berbasis data kuantitatif dan salah satu media nasional.
Dari proses penilaian itu, terpilih 19 pemerintah provinsi serta 38 pemerintah kabupaten/kota sebagai daerah berkinerja terbaik. Kota Malang masuk jajaran pemerintah kota klasifikasi fiskal sedang dengan capaian tertinggi pada kategori penyerapan tenaga kerja dan penurunan ketimpangan kesejahteraan masyarakat (gini ratio).
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang 2024–2025, Pemkot Malang tercatat meningkatkan kesempatan kerja hingga 0,41 persen. Juga berhasil menekan gini ratio hingga minus 0,049, melewati capaian terendah nasional, yakni 0,035.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemda harus memiliki jiwa entrepreneur dan inovasi tinggi untuk menghadapi tantangan birokrasi modern. Penghargaan diberikan sebagai upaya membangun iklim kompetitif antar daerah.
"Untuk itu, harus banyak terobosan, inovasi kreatif, termasuk kebijakan melalui perda yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. Tito menekankan pentingnya memperkuat legitimasi kepala daerah dalam merumuskan kebijakan publik.
“Apa yang menjadi domain kepala daerah, perlu diterjemahkan dalam kebijakan yang baik dan pro masyarakat. Serta mampu menjawab persoalan di daerah,” tambahnya. Terkait penghargaan yang diterima, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur.
Dia berharap pencapaian tersebut menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran Pemkot Malang. “Ini menjadi dorongan positif. Motivasi utamanya adalah implementasi dasa bhakti (program unggulan) bisa semakin dirasakan warga Kota Malang," tandasnya. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho