Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Mulai Pasang Shelter Bus Trans Jatim, Target Rampung Akhir Desember

Mahmudan • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:31 WIB
TRANSPORTASI: Seorang pelajar menunggu Bus Trans Jatim di shelter Jalan Basuki Rahmat kemarin (3/12).
TRANSPORTASI: Seorang pelajar menunggu Bus Trans Jatim di shelter Jalan Basuki Rahmat kemarin (3/12).

MALANG KOTA - Satu per satu, sarana prasarana (sarpras) pendukung Bus Trans Jatim dilengkapi. Setelah rambu pemberhentian bus, kini Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur memasang shelter. Sementara ini tercatat enam shelter yang dipasang.

Manajemen dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) Dishub Provinsi Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro mengatakan, shelter yang sudah dipasang salah satunya di Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di depan kantor Telkom.

Kemudian di depan UIN Maliki, Jalan Gajayana. "Lainnya tersebar di rute yang dilintasi bus di Kabupaten Malang dan Kota Batu,” ujar Cito kemarin. Dia mengatakan, kerangka shelter sebenarnya sudah dibuat di sebuah workshop.

Terdiri atas 14 shelter untuk Kota Malang, tiga shelter untuk Kabupaten Malang, dan delapan shelter untuk Kota Batu. Namun pemasangannya secara bertahap. ”Kami juga masih wait and see. Kalau semua dipasang langsung, khawatirnya ada penolakan dari masyarakat," lanjut Cito.

Meski demikian, pihaknya menjamin pemasangan seluruh shelter rampung tepat waktu, yakni 31 Desember depan. Hal itu sesuai kontrak yang disepakati bersama pelaksana. Demikian pula pemasangan rambu pemberhentian bus. Total rambu yang dibuat untuk 43 lokasi pemberhentian.

Per 2 Desember lalu, rambu yang belum dipasang tinggal sedikit. "Jumlahnya saya perkirakan tidak sampai 10 lokasi," sebut Cito. Dia menyebut beberapa titik yang belum dipasangi shelter. Di antaranya di Jalan Danau Toba dan Stasiun Malang pintu timur. Itu karena lokasinya masih bisa berubah.

Di Jalan Danau Toba misalnya, rambu semula berada di depan Toko Beli Kopi, kemudian digeser ke depan kantor Pegadaian. Sebab posisi rambu sebelumnya dinilai rawan. Sementara untuk Stasiun Malang pintu timur masih menunggu kesepakatan kerja sama antara dishub dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).(mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#PPKom #sarpras #dishub #malang