Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Aman, Kebutuhan Beras selama Natal dan Tahun Baru di Kota Malang

Mahmudan • Jumat, 5 Desember 2025 | 16:01 WIB
ANTUSIASME: Warga antre membeli kebutuhan pokok dengan harga miring saat Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Kota Malang kemarin (4/12).
ANTUSIASME: Warga antre membeli kebutuhan pokok dengan harga miring saat Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Kota Malang kemarin (4/12).

MALANG KOTA – Kebutuhan beras selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) relatif tinggi, namun pasokan aman. Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah menyiapkan 59 ribu ton beras di gudang.

Kepala Bulog Sub Divre Malang M. Nurjuliansyah Rachman menerangkan, stok beras di gudang terus disalurkan ke masyarakat sesuai program pemerintah pusat. Yaitu bantuan pangan.

Penyaluran bantuan itu dilakukan hingga akhir Desember depan. "Bantuan pangan yang diberikan kepada masyarakat menjelang akhir tahun 4 liter minyak goreng dan 20 kilogram beras,” terang Rachman kemarin.

Untuk program ini, total komoditas yang disalurkan Bulog mencapai 6.653 ton beras dan 1.330 liter minyak goreng. Selain bantuan pangan, Rachman memastikan bahwa stok beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) juga cukup di pasaran.

Mulai Juli lalu, pihaknya menggelontorkan 11 ribu ton beras jenis SPHP. ”Sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) beras SPHP di pasar rakyat mencapai Rp 12.500 per kilogram. Kalau beli di gudang Rp 11.000 per kilogram,” jelasnya.

Rachman menuturkan, dengan stok 59 ribu ton dan permintaan yang stabil, dia meyakini pasokan aman hingga 10 bulan ke depan. Untuk penyalurannya menyesuaikan kebijakan pemerintah. ”Bisa jadi ada peningkatan penyaluran. Sejauh ini distribusi hanya bantuan pangan kepada masyarakat,” papar Rachman.

Berdasar hasil peninjauan pasar dan supermarket oleh Pemkot Malang, komoditas beras tak terlalu tinggi kenaikan harganya. Komoditas lain yang mulai mengalami kenaikan harga adalah kacang tanah, bawang merah, dan daging ayam.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Kota Malang Febrina mengatakan, sementara ini inflasi masih terkendali. November lalu, angka inflasi di 0,16 persen. Masih di bawah rata-rata provinsi dan nasional.

Penyumbang inflasi bukan dari harga kebutuhan pokok. Melainkan kenaikan harga emas. Meskipun demikian, dia melanjutkan, kenaikan harga bahan pokok jelang Nataru tetap diperhatikan.

"Di awal bulan masih aman, tetapi kami harus memantau hingga akhir bulan, terutama stoknya. Ini menjadi tanggung jawab bersama dari BI, Bulog hingga Pemkot Malang," tuturnya.

Kemarin (4/12), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai Kota Malang. Bahan pokok penting (bapokting) dan sembako yang dibanderol lebih murah dari harga pasar.

Untuk beras SPHP kemasan 5 kilogram dibanderol Rp 55 ribu. Padahal di pasaran masih menembus Rp 58 ribu sampai Rp 62,5 ribu. “Kami rutin pantau dan intervensi hingga akhir tahun nanti,” kata Febrina.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya bakal menggerakkan TPID untuk sidak pasar tiap awal minggu. Gerakan tersebut sudah diawali dengan meninjau tiga pasar sekaligus.

Hasilnya, harga masih stabil, namun sudah ada komoditas yang mengalami tanda-tanda kenaikan. ”Terpantau bawang merah mulai mahal,” papar Wahyu.(adk/aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#SPHP #bulog #malang #Nataru