MALANG KOTA – Tiga satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang terhenti, satu di antaranya kembali beroperasi. Itu karena infrastruktur yang sebelumnya menjadi kendala, kini sudah diperbaiki.
SPPG buka kembali tersebut milik Yayasan Harapan Anak Sekolah Sukses. Lokasinya di Jalan KH Malik Dalam, Kelurahan Buring. Baru dibuka sejak Agustus lalu, SPPG tersebut melayani 11 sekolah dengan 3.014 siswa.
Sempat tutup pertengahan November lalu, kemudian awal Desember kembali buka. “Alasan penutupan sebelumnya karena perbaikan infrastruktur,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan kemarin.
Sedangkan dua SPPG lain masih belum beroperasi lagi. Keduanya berhenti beroperasi karena ada pergantian pengurus yayasan dan perbaikan infrastruktur. “Kami belum bisa memastikan kapan dibuka kembali, sebab itu persoalan internal yayasan,” lanjut Slamet.
Sembari menunggu, pihaknya kini fokus mempercepat SPPG yang akan beroperasi. Total ada 16 SPPG di Kota Malang yang kini beroperasi. Sementara 18 SPPG lainnya yang masih belum beroperasi. Mereka masih mengurus perizinan dan pembangunan infrastruktur.
Di pihak lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana meminta SPPG lebih berhati-hati dalam memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG). Di samping itu, Suwarjana juga meminta guru memperketat pengawasan terhadap setiap MBG yang masuk sekolah.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kasus makanan basi yang diterima SDN Dinoyo 2 pada Oktober lalu. “Sebelum dibagikan ke murid, guru harus mengecek dulu bentuk, bau, dan rasanya,” papar Suwarjana. Pengecekan bisa dilakukan secara sampling. ”Kalau makanan mencurigakan bisa langsung dikembalikan ke SPPG saja,” kata Suwarjana. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho