Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

13 Ribu Penerima BLTS di Kota Malang Belum Cairkan Bantuan

A. Nugroho • Sabtu, 6 Desember 2025 | 18:12 WIB
Penyaluran BLTS di Malang Raya
Penyaluran BLTS di Malang Raya

MALANG KOTA - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) masih berjalan sejak dibuka November lalu. Program yang digelontorkan pemerintah pusat itu kini memasuki tahap kedua. Meski demikian, masih ada sekitar 13 ribu warga yang belum mengambil bantuan tersebut.

Data Kantor Pos Besar Malang mencatat, total alokasi penyaluran untuk dua tahap mencapai 107.471 penerima. Masing-masing warga mendapatkan BLTS sebesar Rp 900 ribu. Hingga Kamis (4/12), sebanyak 87,75 persen atau sekitar 94 ribu warga sudah mencairkan dana tersebut.

Sisanya masih tercecer dan belum datang ke titik penyaluran. Wakil Kepala Kantor Pos Besar Malang Bambang Sulistyo menjelaskan, jadwal penyaluran dibagi dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 22–30 November, disusul tahap kedua yang mulai digelar awal Desember. 

”Tahap pertama dan kedua kami buka sampai hari ini (6/12). Tapi kalau masih ada yang belum sempat mengambil, masih bisa menyusul,” terangnya.

Mekanisme pencairan juga dibuat fleksibel. Warga Kota Malang diarahkan mengambil BLTS di Kantor Pos Besar Malang. Sementara warga Kabupaten Malang bisa mencairkan bantuan di kantor pos terdekat, tanpa perlu datang ke pusat kota. Langkah ini diharapkan dapat mengurai penumpukan antrean.

Untuk mengejar sisa penerima yang belum hadir, pihak kantor pos melakukan berbagai upaya percepatan. Selain menyebarkan informasi melalui media sosial, petugas juga melakukan pengantaran langsung kepada penerima manfaat yang masuk kategori rentan, seperti lansia atau warga yang sedang sakit. 

”Instruksinya jelas, bantuan harus tersalurkan seluruhnya,” imbuh Bambang.

Di tengah antrean dan jadwal penyaluran yang padat, sejumlah warga mengaku lega setelah berhasil mencairkan BLTS. Salah satunya Desi Arin, warga Kelurahan Lesanpuro. ”Lumayan buat bayar listrik, wifi, dan kebutuhan lain,” ungkapnya.

Desi bercerita, sejak kedua orang tuanya meninggal dan saudara-saudaranya berkeluarga, ia hidup mandiri. Dengan pekerjaan yang belum tetap, ia mengandalkan pendapatan sebagai reseller untuk memenuhi kebutuhan harian. Bantuan BLTS, kata dia, sangat membantu menutup pengeluaran di akhir tahun. (mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#warga #Tahap #BLTS