Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Polo Pendem Jadi Alternatif Karbohidrat untuk Diet di Malang Raya

A. Nugroho • Minggu, 7 Desember 2025 | 18:59 WIB
PASTI HABIS: Lapak milik Mulidya Puspita baru saja buka dan siap melayani para pembeli.
PASTI HABIS: Lapak milik Mulidya Puspita baru saja buka dan siap melayani para pembeli.

KEHADIRAN polo pendem yang kian menjamur di berbagai daerah tidak hanya menguntungkan para penjual. Bagi sebagian pembeli, kemudahan mendapatkan aneka ubi dan kacang rebus itu justru menjadi solusi praktis untuk mengurangi konsumsi nasi dalam keseharian. Kelompok yang sedang menjalani diet sehat menjadi salah satu yang paling merasakan manfaatnya.

Salah satunya Yoga Pradana, pemuda 24 tahun asal Singosari. Selama tiga bulan terakhir, ia rutin mengonsumsi polo pendem untuk mengganti sebagian porsi nasi hariannya. Keputusan itu ia ambil setelah mencoba mencari sumber karbohidrat yang lebih ringan namun tetap mengenyangkan.

”Setelah mencoba kukusan, saya semakin sering mengonsumsi setiap hari,” ujarnya.

Awalnya, Yoga hanya membeli ubi jalar dan ubi ungu untuk dimakan beberapa kali sehari. Namun, setelah banyak penjual bermunculan, ia mengaku lebih mudah mendapatkan aneka polo pendem di kawasan Jalan Raya Singosari dengan harga sekitar Rp2 ribu per potong.

Dua jenis ubi itu menjadi favoritnya. Menurut Yoga, kandungan serat dan karbohidrat pada ubi jalar membuatnya cepat kenyang tanpa harus makan dalam jumlah besar. Ditambah lagi, ubi tergolong rendah lemak sehingga dirasa cocok untuk diet.

Perubahan pola makan itu mulai menunjukkan hasil. Yoga menyebut berat badannya turun enam kilogram dalam tiga bulan. Selain itu, ia merasa tubuhnya lebih ringan dan tidak mudah mengantuk setelah makan. ”Kalau makan nasi biasanya langsung ngantuk, tapi kalau makan umbi-umbian beda rasanya,” ungkapnya.

Tidak hanya ubi, Yoga juga sesekali memilih jenis polo pendem lain sebagai camilan, seperti kacang tanah rebus atau jagung manis. Ia menjadikannya selingan agar tidak cepat bosan dan tetap bisa menjaga pola makan lebih sehat.

Menurut Yoga, tren kukusan yang semakin ramai di Malang Raya layak diapresiasi, terutama bagi mereka yang ingin memulai gaya hidup lebih sehat tanpa harus ribet. Ia menilai pilihan makanan alami yang tersedia di pinggir jalan bisa menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan. ”Tidak ada salahnya anak muda ikut mencoba makanan kukusan. Manfaatnya akan terasa kalau rutin dimakan,” tuturnya. (zan/adn)

Editor : A. Nugroho
#alternatif #Diet #malang #Karbohidrat #Polo Pendem