MALANG KOTA – Setelah dinobatkan menjadi Kota Kreatif Dunia bidang Media Art oleh UNESCO pada Oktober lalu, kini Kota Malang menguatkan gelar tersebut melalui Malang Digital Forum (MDF). Kegiatan digelar di Malang Creative Center (MCC) pada Sabtu malam (5/12).
Acara bertema ”RE:START: Reviving Indonesia’s Digital Economy Malang Edition” itu dibalut rangkaian seminar digital, pameran teknologi, hingga Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Award dan Sistem Pemerintahan Berbasis Digital (SPBE) Award. Sekaligus meluncurkan aplikasi sistem evaluasi monitoring kinerja (Seroja).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto memaparkan, MDF dirancang untuk percepatan transformasi digital, khususnya di lingkup Pemkot Malang. Sebab digitalisasi sudah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat. ”Goals-nya mewujudkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi,” ujar Wiwid, sapaan akrab M. Nur Widianto kemarin.
Dalam dua tahun terakhir, dia melanjutkan, indeks SPBE dan indeks masyarakat digital Kota Malang meningkat signifikan hingga 4,24 poin. Menjadi top 10 kota terbaik implementasi SPBE nasional tahun 2024. Selain itu, dia melanjutkan, pada 2025 indeks masyarakat digital Indonesia (IMDI) Kota Malang masuk tiga terbaik nasional dengan 62,67 poin.
Akuntabilitas kinerja Pemkot Malang juga terus dibenahi. Salah satunya dengan peluncuran aplikasi Seroha. Aplikasi tersebut untuk mewadahi seluruh proses kinerja yang terintegrasi digital. “Aplikasi Seroja juga sudah didukung akal imitasi (AI) untuk analisis kinerja,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Setidaknya ada empat fitur yang disediakan dalam aplikasi tersebut. Pertama, perencanaan kinerja seperti RPJMD hingga cross cutting dasabakti. Lalu fitur pengukuran kinerja dengan bentuk dashboard analisis kinerja hingga evaluasi dan monitor bulanan.
Sementara fitur ketiga berisi pelaporan kinerja. Terakhir, fitur keempat untuk evaluasi kinerja. Dengan aplikasi tersebut, Wahyu mengatakan, Pemkot Malang bisa lebih mudah memanfaatkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) untuk bahan pertimbangan dalam penentuan strategi pemerintahan. “Terutama untuk penanganan isu strategis dan kesejahteraan masyarakat bisa lebih cepat dan mudah dengan akses digital,” kata orang nomor satu di lingkup pemerintahan Kota Malang itu.(aff/dan)
Editor : A. Nugroho