Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

10 Bulan, Lakukan Inseminasi Buatan untuk 185 Ternak di Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Senin, 8 Desember 2025 | 16:58 WIB
RUTIN TIAP TAHUN: Peternak sapi dari Kecamatan Kedungkandang jadi salah satu sasaran program inseminasi buatan.
RUTIN TIAP TAHUN: Peternak sapi dari Kecamatan Kedungkandang jadi salah satu sasaran program inseminasi buatan.

MALANG KOTA - Upaya untuk memacu produktivitas ternak terus dilakukan. Salah satunya dilakukan lewat inseminasi buatan. Di Kota Malang, dari Januari sampai akhir Oktober 2025, tercatat ada 185 hewan ternak yang diikutkan inseminasi buatan.

”Untuk ternak yang diikutkan inseminasi buatan adalah sapi dan kambing,” kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang drh Anton Pramujiono. Dia menyebut, setiap tahun jumlah ternak yang diikutkan inseminasi mencapai ratusan ekor.

Sasaran ternak yang diinseminasi tersebar di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Lowokwaru, Kecamatan Sukun, Kecamatan Kedungkandang, dan Kecamatan Blimbing. Kecamatan Klojen tidak masuk dalam sasaran karena tidak terdapat peternak di wilayah itu.

Inseminasi tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Malang. Namun juga dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat hingga pemerintah provinsi. ”Itu sudah dilakukan sejak tahun 1997,” sambung pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.

Anton melanjutkan, pelaksanaan inseminasi buatan diplot untuk ternak betina yang sedang birahi. Ternak tersebut dikawinkan secara manual oleh petugas inseminasi buatan di empat kecamatan. Untuk bisa mengikuti inseminasi buatan, ada beberapa persyaratan.

Salah satunya peternak harus dari Kota Malang. Dan, harus dilakukan pada hewan ternak betina yang produktif, dan sedang birahi (estrus). Untuk usia sapi minimal 15 bulan. Sementara usia kambing antara 10 sampai 12 bulan. Syarat lainnya seperti sapi harus sehat atau tidak ada kondisi cacat.

Inseminasi buatan memiliki ketepatan waktu antara 12 sampai 18 jam. Waktu tersebut untuk memastikan keberhasilan. Anton menambahkan, pihaknya berharap inseminasi buatan yang dilakukan bisa meningkatkan populasi ternak. ”Lalu memperbaiki mutu genetik ternak yang lahir dan mendukung program ketahanan pangan,” tandasnya. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#Kabid #dispangtan #malang #Pemkot