MALANG KOTA – Setelah sempat membuat resah para pengguna Pertalite dan Pertamax pada Oktober lalu, fenomena kendaraan mbrebet kini dinyatakan mereda. Pertamina Patra Niaga bergerak cepat melakukan investigasi, perbaikan layanan, hingga penanganan kerugian pelanggan. Memasuki pertengahan November hingga Desember, laporan kendaraan mbrebet di Kota Malang praktis nihil.
Para pemilik bengkel juga melihat situasi sudah kembali normal. Amirullah, staf Shop and Drive Tidar Malang, mengatakan bengkel tempatnya sempat menerima dua hingga tiga pengendara dengan keluhan motor mbrebet pada periode ramai keluhan. Namun sejak awal Desember, kasus serupa tak lagi muncul.
”Terakhir ya waktu ramai-ramainya itu. Setelahnya sudah nggak ada lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Nataru, Pertamina Kerahkan 41 Petugas Delivery Service di Jalur Padat dan Destinasi Wisata
Karena bengkel tersebut tidak menangani servis motor dan mobil, pelanggan kala itu diarahkan ke bengkel lain yang memiliki layanan perbaikan mesin. Menurut Amirullah, mayoritas keluhan memang terjadi pada bagian mesin kendaraan roda dua.
Yulianto, pemilik Spesialis Suzuki Teknologi di Kecamatan Kedungkandang, menyampaikan hal senada. Bengkel miliknya sejak awal tidak pernah menangani kasus mbrebet akibat bahan bakar, namun ia membenarkan beberapa bengkel rekannya sempat menerima.
”Info dari teman-teman, sudah nggak ada lagi laporan keluhan mbrebet yang disebabkan BBM,” ujarnya.
Baca Juga: Konsumsi Diprediksi Naik saat Nataru, Pertamina Pastikan BBM di Kabupaten Malang Aman
Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan, seluruh proses distribusi BBM dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Setiap produk BBM melewati pemeriksaan mutu dan pengujian laboratorium sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
”Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai dan mutu BBM yang diterima masyarakat. Setiap tahapan distribusi mengacu pada standar yang telah ditetapkan agar kualitas produk tetap terjaga,” ujar Ahad.
Baca Juga: Sidak Bersama Ombudsman RI, Pertamina Pastikan Distribusi LPG 3 Kg di Kota Malang Tepat Sasaran
Sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap Pertalite dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya, dua titik suplai terbesar untuk wilayah terdampak. Hasilnya, produk BBM dinyatakan on spec atau sesuai spesifikasi.
”Saat ini investigasi lanjutan terus berjalan, termasuk pengecekan Quality and Quantity (QQ) BBM di level SPBU sebagai titik distribusi terakhir. Rangkaian pemeriksaan ini penting untuk memastikan kualitas BBM sesuai ketentuan,” tegasnya.
Dengan tidak adanya keluhan baru di tingkat bengkel dan investigasi lanjutan yang terus berjalan, kondisi distribusi BBM di Malang Raya kini dinilai stabil. Pihak bengkel maupun Pertamina berharap situasi ini memberikan kembali rasa aman bagi masyarakat dalam menggunakan BBM untuk aktivitas sehari-hari. (aff)
Editor : Aditya Novrian