Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dirikan Dua Posko di Area Langganan Banjir Kota Malang

Mahmudan • Jumat, 12 Desember 2025 | 16:04 WIB
BEROPERASI 24 JAM: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (empat dari kiri) meninjau kesiapan personel dan peralatan di posko tanggap bencana di Jalan Letjen S. Parman kemarin (11/12).
BEROPERASI 24 JAM: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (empat dari kiri) meninjau kesiapan personel dan peralatan di posko tanggap bencana di Jalan Letjen S. Parman kemarin (11/12).

MALANG KOTA - Dua posko untuk percepatan penanganan bencana didirikan. Lokasinya di Jalan Letjen S. Parman, Kecamatan Blimbing dan Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru. Posko itu bakal beroperasi 24 jam.

Posko bencana merupakan kolaborasi antara Pemkot Malang dengan Polresta Malang Kota. Kemarin (11/12) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melakukan peninjauan bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono. Selain kesiapan personel, dua pimpinan itu melihat kesiapan perlengkapan tanggap bencana.

Pada peninjauan tersebut ditampilkan sejumlah peralatan yang disiagakan di posko. Di antaranya perahu karet, perahu kecil berbentuk donat, gergaji mesin, kendaraan rescue, tenda, dan kompresor untuk menyedot genangan air.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerangkan, kedua posko didirikan untuk mempercepat penanganan. Oleh karena itu, lokasinya berdekatan kawasan titik rawan banjir. Seperti Jalan Letjen S. Parman berdekatan dengan Kedawung yang merupakan daerah langganan banjir.

Titik itu juga tak jauh dari Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Blimbing yang terkena banjir cukup parah pekan lalu. Adapun untuk posko kedua, berdekatan dengan Jalan Soekarno-Hatta, sebagai kawasan langganan banjir. "Dengan ini penanganan bisa dipercepat, saat ada kejadian hanya hitungan menit personel sudah di lokasi," ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan, pihaknya berencana menambah satu lagi posko bencana. Yaitu di Kecamatan Kedungkandang. Karena berdasar informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, debat air di Sungai Amprong mulai naik.

Lebih lanjut, untuk Sukun dan Klojen belum diperlukan posko tambahan. Meskipun demikian, pemkot tetap menyiagakan personel dilengkapi peralatan. ”Semua kecamatan memiliki peralatan penanganan bencana, seperti perahu karet dan kompresor,” tandas orang nomor satu di Pemkot Malang itu.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono memastikan personelnya siap membantu operasional posko bencana. Dengan operasional 24 jam, penjagaan dibagi alam tiga shift.

Setiap ada delapan personel kepolisian yang berjaga setiap shift. Mereka berasal dari satuan Brimob. "Sesuai arahan pemerintah, pada libur Nataru ini kesiapsiagaan bencana juga menjadi perhatian," tandas Nanang. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#Wali Kota Malang #Posko #malang #BPBD