Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

IPM Malang Sentuh 85,55, Kualitas Hidup Warga Tertinggi Kedua di Jawa Timur Setelah Surabaya

A. Nugroho • Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:20 WIB
Grafis Perincian IPM Kota Malang 2025
Grafis Perincian IPM Kota Malang 2025

MALANG KOTA – Tren peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Malang terus berlanjut. Tahun ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang kembali naik dan menembus angka 85,55. Capaian tersebut membuat posisi Kota Malang sebagai daerah dengan pembangunan manusia kategori sangat tinggi, sekaligus menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Surabaya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifuddin menjelaskan, IPM dihitung dari tiga komponen utama. Yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. ”Dari sisi kesehatan, umur harapan hidup (UHH) warga Kota Malang saat ini mencapai 75,88 tahun,” kata Umar.

Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2024 yang berada di 75,54 tahun. Pada sektor pendidikan, peningkatan juga terlihat jelas. Harapan lama sekolah (HLS) naik tipis menjadi 15,80 tahun dari sebelumnya 15,79 tahun. Sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) tumbuh lebih signifikan dari 11,14 tahun menjadi 11,36 tahun pada tahun ini. Umar menyebut dua indikator pendidikan tersebut menjadi penopang penting percepatan pembangunan manusia.

Komponen ketiga, yakni standar hidup layak, juga menunjukkan geliat positif. Pengeluaran riil per kapita masyarakat Kota Malang tahun ini mencapai Rp 18,5 juta per tahun. Melonjak dibanding capaian tahun lalu di angka Rp 17,791 juta.

Menurut BPS, lonjakan ini menjadi pertumbuhan tertinggi dalam rentang 2021–2024. ”Artinya masyarakat sudah hidup lebih sehat, akses pendidikan semakin terbuka, dan kualitas kesejahteraan juga naik,” terang Umar.

Ia merinci bahwa pesatnya pertumbuhan IPM Kota Malang tidak lepas dari berbagai program pembangunan yang dilakukan Pemkot Malang. Di sektor kesehatan, program penurunan stunting serta layanan pemeriksaan gratis bagi warga yang berulang tahun menjadi dua program yang memberi dampak langsung pada kualitas kesehatan masyarakat.

Di sektor pendidikan, sejumlah program juga turut mendorong peningkatan indikator pembangunan manusia. Mulai dari pemberian seragam gratis untuk siswa SD dan SMP, implementasi sekolah rakyat bagi keluarga kurang mampu, hingga beasiswa kuliah bagi pelajar berprestasi. Seluruh program ini disebut ikut memperluas akses pendidikan secara merata.

Dengan tren pertumbuhan yang konsisten, Umar optimistis IPM Kota Malang berpeluang terus naik dalam beberapa tahun ke depan. Konsistensi program kesehatan dan pendidikan disebut menjadi kunci untuk menjaga momentum tersebut. (aff/adn)

 

Editor : A. Nugroho
#Jatim #ipm #malang