Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Segera Berdiri 10 Pabrik Rokok dan 3 Hotel di Kota Malang

A. Nugroho • Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:36 WIB
INVESTOR BARU: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Bupati Malang H M. Sanusi bersama sejumlah tokoh melakukan peletakan batu pertama salah satu hotel di Bumi Arema.
INVESTOR BARU: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Bupati Malang H M. Sanusi bersama sejumlah tokoh melakukan peletakan batu pertama salah satu hotel di Bumi Arema.

MALANG KOTA - Iklim investasi di Kota Malang kelllbali bergeliat. Hal itu ditandai dengan terus bertambahnya permohonan izin tempat usaha baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mencatat ada 13 permohonan izin usaha baru yang masuk. Mulai pabrik rokok hingga penginapan atau hunian sementara.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, untuk pabrik rokok jumlahnya ada 10 perusahaan. Umumnya memproduksi rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang berpotensi menyedot tenaga kerja. Lokasinya mayoritas di Kecamatan Kedungkandang. Kemudian ada 3 penginapan atau hunian sementara.

”Ada Hotel Novotel di Jalan Letjen Sutoyo, hotel di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), serta Apartemen dan Hotel (Apatel) Luminor,” sebut Arif.

Untuk apatel, Arif menyebut sudah dilakukan peletakan batu pertama. Sementara tempat usaha lainnya sedang dalam proses melengkapi izin. Mulai dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Amdalalin, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Jika sudah dilengkapi, ada perizinan lain. Misalnya untuk hotel adalah izin hotel.

Menurut Arif, adanya tempat usaha baru bisa berdampak pada investasi. Arif menyebut realisasi investasi per semester dua di angka Rp 2,3 triliun dari total target Rp 3,2 triliun. "Kalau angka finalnya nanti baru diketahui pada 2026," sambung dia.

Selain mendongkrak investasi, dia melanjutkan, adanya tempat usaha baru juga bisa menciptakan lapangan kerja. Contoh pada pabrik rokok. Satu pabrik rokok berpotensi menyerap 100-500 tenaga kerja. Arif juga meminta, tenaga kerja yang diserap perusahaan merupakan warga asli Kota Malang. Dengan demikian bisa semakin menekan angka pengangguran. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#pabrik #Kota Malang #Pemkot