Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Mantapkan Transformasi Digital Keuangan Daerah

Aditya Novrian • Senin, 15 Desember 2025 | 18:50 WIB
EVALUASI BERSAMA: Kepala BKAD Kota Malang Subkhan (depan, dua dari kiri) foto bersama peserta Monev Transaksi Non-Tunai pada 11 Desember lalu.
EVALUASI BERSAMA: Kepala BKAD Kota Malang Subkhan (depan, dua dari kiri) foto bersama peserta Monev Transaksi Non-Tunai pada 11 Desember lalu.

MALANG KOTA – Transformasi digital di bidang keuangan dan pengelolaan aset Kota Malang semakin menunjukkan hasil nyata. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menutup 2025 dengan sederet penghargaan. Sekaligus memperkuat upaya modernisasi tata kelola keuangan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Kepala BKAD Kota Malang Drs Subkhan MAP menegaskan, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Tetapi menjadi kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan dan tata kelola anggaran yang tepercaya.

”Transformasi digital adalah bagian dari upaya kami membangun pengelolaan keuangan yang lebih cepat, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem yang kami bangun diharapkan memberi kemudahan bagi perangkat daerah sekaligus memperkuat kontrol publik,” ujarnya.

MEMBANGGAKAN: Pemkot Malang dinobatkan sebagai TP2DD dengan realisasi Kartu Kredit Indonesia tertinggi pada 25 November lalu.
MEMBANGGAKAN: Pemkot Malang dinobatkan sebagai TP2DD dengan realisasi Kartu Kredit Indonesia tertinggi pada 25 November lalu.

Sepanjang 2025, BKAD memperoleh empat penghargaan strategis (selengkapnya baca grafis). Subkhan menilai capaian tersebut sebagai bukti bahwa digitalisasi benar-benar membawa perubahan.

”Penghargaan ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan jargon. Ada hasil yang bisa dilihat, baik dari efisiensi proses maupun transparansi penggunaan anggaran,” kata Subkhan.

Komitmen ini kembali dikuatkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Transaksi Non-Tunai yang digelar pada 11 Desember 2025 di The Aliante Hotel & Convention Center. Kegiatan ini diikuti 135 peserta dan menghadirkan narasumber dari Bank Jatim Cabang Malang, KPP Pratama Malang Selatan, serta Bagian Layanan Pengadaan Setda Kota Malang.

Dalam kegiatan tersebut, BKAD menekankan pentingnya percepatan penggunaan KKPD, optimalisasi kanal pembayaran elektronik seperti QRIS, serta implementasi SIPD E-BMD untuk pengelolaan barang milik daerah.

”Arah kami jelas, seluruh proses harus semakin rapi, terdokumentasi, dan minim risiko. Digitalisasi menjadi kunci untuk mencapai itu,” tegas Subkhan.

BKAD memastikan seluruh perangkat daerah akan terus mendapatkan pendampingan agar sistem digital diterapkan secara optimal, sehingga tata kelola keuangan Kota Malang menjadi semakin transparan dan tepercaya. (adn)

Editor : A. Nugroho
#keuangan #BKAD #malang #penghargaan