MALANG KOTA – Pembangunan Pasar Penampungan Sementara (PPS) untuk pedagang buah di Pasar Induk Gadang (PIG) terus dikebut. Kemarin (15/12) para pekerja mulai memasang kerangka atap. Jika tidak ada aral, pemasangan ditarget rampung pada 21 Desember depan.
Salah satu pekerja, Mahfud Andi Purwanto menjelaskan, proses yang dilakukan saat ini adalah pemasangan rangka atap. Setelah rangka terpasang, kemudian baru melaksanakan pengerjaan utama. Yaitu pemasangan atap bangunan. "Pemasangan rangka dan atap ini perkiraan butuh waktu sepekan. Sebelum Natal sudah selesai," ujarnya.
Namun ketika hujan, dia melanjutkan, pengerjaan harus dihentikan. Sebab berbahaya karena pengerjaan menggunakan jaringan listrik. Sejauh ini, lanjut dia, tidak ada pengerjaan tambahan hingga malam hari.
Sementara ini hanya dilakukan pagi hingga sore hari. Untuk pemasangan atap, pekerja yang bertugas ada empat orang. "Setelah atap, dilanjutkan pengerjaan bedak di bawah. Tetapi bukan bagian dari kami," terang Mahfud.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menuturkan, progres pengerjaan saat ini berkisar 20 persen. Sesuai target, pembangunan tempat penampungan itu selesai sebelum Lebaran 2026.
Ketika pengerjaan dinyatakan selesai, kemudian tinggal melakukan relokasi pedagang. Sesuai kesepakatan, Eko mengatakan, pedagang baru bisa pindah setelah pembangunan tempat penampungan rampung. "Kami sudah menyiapkan lahan relokasi. Untuk pindahan dan pembangunan sepenuhnya biaya mandiri dari pedagang," terangnya.
Dia menyampaikan, swadaya ini merupakan kesadaran sendiri dari para pedagang. Mereka menginginkan PIG tidak lagi kumuh dan macet. "Untuk sewa lahan relokasi selama tiga tahun bersumber dari APBD 2025. Nilainya Rp 1,3 miliar. Dengan luas 5.000 meter persegi," jelas Eko.
Total ada 648 pedagang yang bakal menempati tempat penampungan. Mereka adalah pedagang buah dan ikan. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho