Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kader Golkar Kota Malang Ancam Gelar Musyawarah Daerah Tandingan

Mahmudan • Selasa, 16 Desember 2025 | 16:23 WIB
KECEWA: Salah satu kader Partai Golkar berada di kantor DPD Partai Golkar Kota Malang yang sudah disegel kemarin malam (14/12).
KECEWA: Salah satu kader Partai Golkar berada di kantor DPD Partai Golkar Kota Malang yang sudah disegel kemarin malam (14/12).

MALANG KOTA – Konflik di internal DPD Partai Golkar Kota Malang semakin memanas. Puluhan kader yang menolak hasil Musyawarah Daerah (Musda) menyegel kantor DPD di Jalan Panglima Sudirman, kemarin malam (14/12). Mereka menengarai ada skenario menjegal kandidat lain, kemudian memenangkan satu calon, yakni Djoko Prihatin.

Polemik itu sudah tercium sejak awal pelaksanaan musda. Pengurus Golkar tingkat kelurahan Kota Malang melakukan aksi protes di Kantor DPD Golkar Provinsi Jawa Timur, lokasi digelarnya Musda.

Kondisi semakin memanas menjelang penetapan ketua DPD, banyak kader Golkar Kota Malang melakukan walkout. Mereka memilih kembali ke Kota Malang dan melakukan konsolidasi lanjutan. Dari koordinasi tersebut, diputuskan menyegel kantor DPD hingga mengancam akan menggelar musda tandingan.

Sekretaris Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Kota Malang Bambang Agus Suryanyo menilai pelaksanaan musda dilakukan secara sepihak dan melanggar juknis partai. Menurutnya, musda dijalankan tidak melalui mekanisme yang benar. Tidak ada pleno yang melibatkan organisasi sayap, ormas, dan pengurus tingkat kelurahan.

”Hampir semua peserta walkout. Seluruh keputusan musda merupakan pengondisian dan tidak mencerminkan demokrasi internal partai," tegas Bambang.

Selain tidak dilakukan pleno, dia mengatakan, proses pendaftaran, juga tidak masuk akal. Bambang menjelaskan, pendaftaran hanya berlangsung tiga jam. Padahal, menurut dia, minimal dibuka dua sampai tiga hari. "Ini tidak etis, seperti kucing-kucingan. Seharusnya pendaftaran dilakukan secara terbuka dan wajar," imbuhnya.

Berdasar hal tersebut, kader menyatakan bahwa sikap menolak hasil musda dan melakukan penyegelan kantor DPD Golkar Kota Malang. Mereka juga mewacanakan pelaksanaan musda tandingan sebagai bentuk pengembalian kedaulatan kader.

”Kami akan menggelar musda tandingan dan mengukuhkan Ketua DPD Golkar versi kader di bawah. Masih akan dilakukan rapat dan koordinasi untuk musda ini," terang Bambang.

Menyikapi gejolak tersebut, Ketua terpilih DPD Partai Golkar Kota Malang Djoko Prihatin menyayangkan sikap sebagian kader yang melakukan aksi penyegelan. Apalagi ada rencana musda tandingan hingga dilakukan penyegelan kantor. Dia memahami kondisi saat ini masih panas, sehingga perlu waktu untuk bisa mereda situasinya.

Kendati begitu, Djoko tetap mengajak komunikasi dan diskusi para kader yang belum menerima keputusan musda tersebut. "Kami tetap akan mengajak diskusi, merangkul mereka kembali ke rumah Golkar untuk fokus ke kegiatan kekaryaan," tuturnya. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#Walkout #malang #Golkar #Musda